SHOW Token Perluas Ekosistem di Coinfest 2026, Bidik Kemitraan dengan MEXC dan Tokocrypto
Kredit Foto: Show Token
Perusahaan hiburan berbasis blockchain dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), SHOW Token, memanfaatkan ajang Coinfest 2026 di Pantai Melasti, Bali, sebagai momentum memperluas ekosistem hiburan digital sekaligus menjajaki kemitraan strategis dengan sejumlah platform dan bursa aset kripto di kawasan.
Dalam festival yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 tersebut, perusahaan tidak hanya memperkuat keterlibatan komunitas, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah pemain industri, termasuk MEXC, Tokocrypto, dan Cryptowave, guna memperluas jangkauan ekosistemnya.
Sebagai bagian dari strategi penguatan komunitas, SHOW Token mensponsori dua bus yang mengangkut anggota komunitas dari Yogyakarta menuju Bali. Perjalanan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan edukasi mengenai pengembangan ekosistem SHOW Token sebelum para peserta mengikuti rangkaian kegiatan Coinfest 2026.
Selain menghadirkan komunitas ke lokasi acara, SHOW Token juga menggelar special screening film Ketok Mejik di Mal Bali Galeria. Kegiatan tersebut mempertemukan anggota komunitas untuk menyaksikan salah satu film yang didukung melalui ekosistem SHOW Token.
Kehadiran perusahaan di Coinfest 2026 juga mendapat sorotan melalui kemenangan SHOW-Man, maskot SHOW Token, dalam kompetisi Coinfest 2026 Mascot Battle.
Chief Executive Officer (CEO) SHOW Token Akshay Melwani mengatakan, partisipasi perusahaan di Coinfest 2026 menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem hiburan digital sekaligus membangun komunitas yang lebih solid.
"Coinfest 2026 menjadi kesempatan luar biasa bagi kami untuk terhubung dengan komunitas, bertemu rekan-rekan baru, dan berinteraksi dengan pihak-pihak yang memiliki visi serupa tentang masa depan teknologi dan hiburan. Kami sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah bergabung bersama kami, mulai dari perjalanan menuju Bali hingga seluruh aktivitas selama festival. Pengalaman-pengalaman seperti ini merupakan bagian penting dalam membangun komunitas yang kuat dan terhubung di seputar SHOW Token," ujar Akshay, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
SHOW Token mengembangkan ekosistem hiburan digital yang terdiri atas beberapa lini bisnis. Salah satunya adalah SHOW Movies yang menghubungkan penonton dengan proses produksi film melalui model watch-and-earn.
Ekosistem tersebut juga mencakup SHOW AI & Marketplace yang berfokus pada produksi konten kreatif berbasis AI dan aset digital, SHOW Kids yang mengembangkan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) animasi edukatif, serta SHOW Capital & Index yang berfokus pada alokasi modal strategis dan optimalisasi nilai ekosistem.
Seluruh layanan tersebut dibangun di atas jaringan Ethereum (ERC-20) dengan SHOW Token sebagai aset utilitas utama yang menghubungkan berbagai aktivitas dalam ekosistem, mulai dari film, AI, konten kreatif, hingga aset digital.
Baca Juga: SHOW Token Incar Jalur Distribusi Film Indonesia ke Pasar Global Lewat BRICS
Baca Juga: Bos Indodax Ingatkan Regulasi Kripto Jangan Bunuh Inovasi
Baca Juga: Pengguna Kripto Indonesia Tembus 22,69 Juta, Industri Ditantang Makin Kompetitif
Di sektor ekonomi kreatif, SHOW Token mengklaim telah membuktikan utilitas tokennya melalui keterlibatan sebagai Executive Producer pada sejumlah film nasional, di antaranya Cerita Lila, Pemikat Jiwa, Sihir Tanah Kubur, dan Ketok Mejik. Model tersebut disebut mampu menjembatani teknologi digital dengan produksi film secara nyata.
Perusahaan menilai pendekatan tersebut dapat menjawab sejumlah tantangan industri hiburan konvensional, seperti tingginya kebutuhan modal produksi, terbatasnya akses pendanaan bagi kreator independen, serta model distribusi pendapatan yang dinilai belum transparan.
Melalui ekosistem terintegrasi yang menghubungkan teknologi, komunitas, dan proyek hiburan dunia nyata, SHOW Token menargetkan perluasan akses pendanaan dan distribusi film sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan industri hiburan digital. Indonesia diposisikan sebagai pasar utama dalam strategi ekspansi perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: