Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Istana Akhirnya Buka Suara soal Pencopotan Purbaya, Gegara Obrak-abrik Kemenkeu?

Istana Akhirnya Buka Suara soal Pencopotan Purbaya, Gegara Obrak-abrik Kemenkeu? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan menyisakan tanda tanya setelah muncul dugaan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan perombakan besar-besaran pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, Istana kini buka suara dan membantah adanya kaitan tersebut.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menegaskan pergantian menteri merupakan hal yang biasa terjadi dalam pemerintahan. 

"Nggak itu pergantian biasa saja sebetulnya. Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga hak prerogatif Presiden kan ya," ungkap Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Prabowo Pamer Buka 4,1 Juta Lapangan Kerja: Bukan dari MBG dan Kopdes

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang saat menanggapi klaim Purbaya setelah serah terima jabatan dengan Menkeu Suahasil Nazara. Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan bahwa perombakan ratusan pejabat di Kemenkeu beberapa hari sebelum pencopotannya dinilai berkaitan dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Namun, dari sisi Istana, Bambang menegaskan pergantian pejabat merupakan kewenangan Presiden. Ia menyebut seorang menteri maupun wakil menteri harus siap diganti kapan saja.

"Oh itu pengakuan Pak Purbaya ya? Tapi sebetulnya nggak. Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya Menteri wakil Menteri siap diganti," katanya. 

Bambang juga mengaku tidak mengetahui jika ada persoalan internal di Kemenkeu yang menjadi latar belakang pergantian Purbaya. Menurutnya, dari perspektif Istana, pergantian menteri merupakan bagian yang lumrah dalam pemerintahan.

"Saya kalau internalnya kita tidak tahu kalau internal seperti apa. Cuman dari perspektif kita, dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja sebetulnya. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, lalu ada yang diangkat yang baru," ujar dia.

Sementara itu, Purbaya memang sempat mengaitkan pencopotannya dengan langkah perombakan pejabat di lingkungan Kemenkeu. Pada Kamis (10/9), ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia melakukan perombakan besar-besaran terhadap struktur pegawai Kemenkeu.

Tercatat, sekitar 50 pegawai level Eselon II dan 350 pegawai level Eselon III dirotasi dari jabatannya. Beberapa hari kemudian, tepatnya Senin (14/9), Purbaya digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

"Sebagian ada (karena perombakan pejabat). (Karena itu ya, Pak?) Sebagian iya," ujar Purbaya menjawab alasannya dipecat usai sertijab di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Meski mengakui ada keterkaitan, Purbaya juga menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan kebijakan yang dijalankannya selama menjabat tetap mengikuti kebijakan Presiden.

"Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja. Kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan Presiden, aman lah itu," tambah Purbaya.

Adapun terkait pegawai yang sebelumnya telah ia lantik, Purbaya menilai Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan seharusnya masih berlaku. Namun, ia mengakui keputusan tersebut masih dapat diubah oleh menteri yang baru.

"Harusnya berlaku, tapi kan bisa diubah lagi. Masih bisa diubah lagi. Suka-suka menteri lah," jelasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: