Banyak yang Salah Paham soal Guru Wajib Cicipi Menu MBG, Bos BGN: Sebetulnya Begini...
Kredit Foto: Dokumentasi BGN
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan, kali ini terkait aturan pengecekan makanan sebelum disajikan kepada peserta didik. Anggapan bahwa guru menjadi satu-satunya pihak yang wajib mencicipi makanan MBG ternyata tidak sepenuhnya tepat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan persepsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengecekan makanan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pengelola dapur hingga pihak sekolah, sebelum makanan dibagikan kepada siswa dan guru.
"Ada kesan seolah-olah guru disuruh mencicipi. Sebetulnya bukan, bisa dibilang benar, tapi begini, bukan hanya guru saja, nggak," kata Sudaryono di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Soal MBG Stop atau Lanjut, Prabowo: Saya Kira Itu...
Menurut Sudaryono, proses pengecekan dilakukan setelah makanan selesai dimasak. Pihak yang terlibat di antaranya kepala dapur, pengawas gizi, asisten lapangan (aslap), serta person in charge (PIC) sekolah.
"Dari barang itu sudah matang, dicicipi, disisihkan. Sebelum ini, kepala dapurnya nyicipi, pengawas gizi nyicipi, kemudian aslap (asisten lapangan) nyicipi. Di sekolah itu ada namanya PIC sekolah," ujar dia.
Ketentuan mengenai PIC sekolah tersebut sebenarnya bukan aturan yang baru muncul. Wacana ini sudah mencuat sejak tahun lalu dan tertuang dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif bagi Guru Penanggung Jawab Program MBG tertanggal 29 September 2025.
Sudaryono menjelaskan, PIC sekolah mendapatkan insentif dan memiliki tugas untuk turut melakukan pengecekan terhadap makanan sebelum dibagikan kepada peserta didik maupun guru.
Baca Juga: Kepala SPPG Wajib Kerja Mulai Dini Hari, Jika Tidak Dapur MBG Diharamkan...
"PIC sekolah itu mendapatkan insentif, itu nyicipi. Baru kemudian dibagi omprengnya makanan itu ke semua siswa, termasuk gurunya," ungkapnya.
Pengecekan tersebut juga memiliki prosedur tersendiri. Menurut Sudaryono, makanan diperiksa secara organoleptik, yakni dengan melihat kondisi makanan, termasuk memastikan tidak ada bau yang mencurigakan sebelum dikonsumsi.
"Jadi minta sebagai terakhir sebelum dikonsumsi itu dilihat, organoleptik namanya, dilihat ada bau apa tidak. Jadi bukan kok guru satu-satunya nyicipi, salah gitu," tuturnya.
Lebih jauh, Sudaryono menegaskan peran PIC sekolah tidak berhenti pada urusan memastikan makanan aman sebelum disantap. Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari proses edukasi yang menyertai pelaksanaan program MBG di sekolah.
Menurutnya, siswa tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan baik melalui kegiatan sederhana sebelum makan.
"Tujuannya adalah edukasi. Jadi cuci tangan, berdoa, alhamdulillah, antre. Jadi ada pendidikan karakter," sambung Sudaryono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: