Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Dorong DP 0% Motor Listrik Nasional, INDEF: NPL Bisa Membengkak

        Pemerintah Dorong DP 0% Motor Listrik Nasional, INDEF: NPL Bisa Membengkak Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penerapan skema uang muka atau down payment (DP) 0% untuk pembelian motor listrik yang digagas pemerintah dinilai berpotensi meningkatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada perusahaan pembiayaan.

        Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti mengatakan risiko tersebut muncul apabila konsumen mengambil pembiayaan tanpa uang muka, tetapi belum memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk memenuhi kewajiban cicilan.

        “Akibatnya, berpotensi meningkatkan rasio gagal bayar (non-performing loan) pada lembaga pembiayaan jika konsumen tidak siap secara finansial,” ujar Esther kepada Warta Ekonomi, Jumat (28/8/2026).

        Menurut Esther, skema DP 0% perlu memperhatikan kemampuan finansial konsumen. Pasalnya, tidak adanya uang muka membuat nilai pokok pembiayaan yang ditanggung konsumen menjadi lebih besar.

        Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan beban pembayaran berkala. Risiko gagal bayar menjadi semakin besar apabila pertumbuhan pembiayaan tidak diikuti dengan penilaian kemampuan bayar konsumen yang memadai.

        Risiko kredit tersebut menjadi perhatian seiring pemerintah mendorong akses pembiayaan motor listrik melalui skema yang lebih ringan pada tahap awal. Kebijakan DP 0% diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan mengurangi hambatan biaya awal bagi konsumen.

        Namun, Esther menilai keberlanjutan pembiayaan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada kemudahan akses kredit. Kesiapan ekosistem kendaraan listrik dan stabilitas nilai jual kembali kendaraan juga perlu diperhatikan.

        Faktor tersebut penting bagi perusahaan pembiayaan karena nilai kendaraan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengelolaan risiko pembiayaan. Sementara itu, perkembangan teknologi dan harga baterai juga dapat memengaruhi nilai jual kembali kendaraan listrik.

        Baca Juga: Jurus Prabowo Goda Rakyat Pakai Motor Listrik: Bisa Tukar Tambah, DP 0% hingga Hemat 70%

        Baca Juga: Minat Motor Listrik Sepi, Danantara Siapkan Skema DP 0%

        Baca Juga: Lihat Peluang dari DP 0% Motor Listrik, Namun Adira Wanti-wanti Soal NPL

        Dari sisi pemerintah, dukungan terhadap pembelian motor listrik juga disiapkan melalui pemberian insentif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengatakan setiap unit motor listrik akan mendapatkan insentif Rp3 juta untuk mendukung target program hingga 1 juta unit.

        "Kalau 1 juta (motor) itu (insentif) Rp3 juta. Anggarannya Rp3 triliun. Saya pikir sampai akhir tahun bisa 100 ribu (kapasitas produksi motor listrik nasional)," ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: