Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) membuka peluang bagi dua badan usaha milik daerah (BUMD), yakni PT Bank Sumut (Perseroda) dan Perumda Tirtanadi, untuk mencari pendanaan melalui pasar modal dengan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menilai langkah tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong kedua BUMD tumbuh lebih besar. Selain memperkuat struktur bisnis, akses ke pasar modal dinilai dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha sekaligus berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
"Langkah tersebut menjadi peluang bagi dua BUMD Sumut memperkuat kinerja, mengembangkan usaha sekaligus mendukung pembangunan daerah," ujar Bobby dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Senin (31/8/2026).
Menurut Bobby, Bank Sumut dan Tirtanadi merupakan dua BUMD yang memiliki prospek untuk dikembangkan menuju pasar modal. Meski demikian, proses tersebut membutuhkan kesiapan yang matang karena perusahaan tidak hanya dituntut memiliki kinerja bisnis yang baik, tetapi juga harus mampu memenuhi berbagai persyaratan untuk menjadi perusahaan terbuka.
Saat ini, Pemprov Sumut memiliki enam BUMD. Selain Bank Sumut dan Tirtanadi, terdapat PT Pembangunan Prasarana Sumut (PPSU), PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU), PT Dhirga Surya Sumatera Utara, serta PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ).
"BUMD kita lebih fleksibel. Tentunya, karena hubungannya langsung ke pemprov, namun tantangannya tidak mudah," kata Bobby.
Bobby menekankan bahwa ekspansi BUMD melalui pasar modal tidak boleh semata-mata mengejar pertumbuhan bisnis. Menurutnya, BUMD tetap memiliki tanggung jawab untuk mendukung agenda pembangunan Sumatera Utara.
Karena itu, aspek komersial dan fungsi pelayanan publik perlu berjalan beriringan. BUMD harus mampu mencetak keuntungan sehingga memiliki kapasitas untuk berkembang, tanpa kehilangan peran strategisnya bagi daerah.
"Bukan hanya kedua BUMD ini, tetapi untuk semua BUMD kita harus tetap profit oriented, tetapi semangat pembangunannya tetap diutamakan," ujar Bobby.
Baca Juga: Laba Bersih BEI Melonjak Tajam, Raup Rp828,03 Miliar pada Semester I-2026
Baca Juga: SWAP Bersiap Melantai di BEI, Bawa Bisnis Healthcare Berbasis Riset
Baca Juga: Apa Itu Saham Berlabel Hijau? Ini Penjelasan BEI
BEI Soroti Kesiapan Ekosistem
Dari sisi pasar modal, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan kesiapan Bank Sumut dan Tirtanadi tidak hanya ditentukan oleh keinginan untuk IPO. Menurut dia, kedua BUMD perlu lebih dahulu membangun ekosistem bisnis yang solid.
Saidu menyebut Pemprov Sumut memiliki sejumlah potensi dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi bisnis kedua perusahaan. Ekosistem tersebut juga penting untuk meningkatkan daya tarik perusahaan di mata calon investor.
Khusus Bank Sumut, Saidu melihat keterlibatan pemerintah daerah dalam menggerakkan perekonomian Sumut dapat menjadi salah satu nilai yang ditawarkan kepada investor.
"Yang pertama, apa yang membedakan Bank Sumut dengan bank lainnya yang bisa kita tawarkan ke investor adalah story Pemprov Sumut. Bagaimana pemprov melibatkan Bank Sumut dalam pembangunan ekonomi, dan menciptakan ekosistem kuat," jelas Saidu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan