Ajaib Kembangkan Investasi Berbasis AI untuk Generasi Muda Indonesia
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Ajaib Group tengah mengembangkan layanan investasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk menyesuaikan perubahan perilaku generasi muda Indonesia yang semakin terbiasa mengakses informasi global.
CEO Ajaib Group Anderson Sumarli mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi informasi anak muda. Mereka kini tidak lagi hanya mengandalkan informasi dari Indonesia atau Asia Tenggara, tetapi juga mengakses berbagai informasi dari belahan dunia lain melalui platform digital.
“Jadi memang kami kalau melihat karakteristik anak muda Indonesia ini sekarang sudah sangat mengglobal ya. Mungkin karena sudah zaman TikTok atau zaman mereka mengonsumsi informasi itu sudah tidak lagi hanya tentang Indonesia ataupun Asia Tenggara,” ujar Anderson dalam konferensi pers Ajaib Group, Senin (31/8/2026).
Perubahan pola konsumsi informasi tersebut turut memengaruhi cara generasi muda menentukan pilihan investasi. Menurut Anderson, investor muda kini mulai melihat peluang dari pasar domestik sekaligus berbagai instrumen dan pasar keuangan di negara lain.
“Jadi cara berpikir anak muda Indonesia sekarang sudah juga mengglobal kalau mereka ingin berinvestasi dan membuat portofolio investasi mereka masing-masing,” lanjutnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Ajaib menempatkan AI sebagai bagian dari masa depan industri jasa keuangan. Anderson menilai generasi muda yang telah terbiasa menggunakan teknologi berbasis percakapan akan membutuhkan pengalaman investasi yang lebih sederhana dan intuitif.
Ajaib saat ini melakukan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) untuk mengembangkan pengalaman investasi berbasis AI. Konsep tersebut diarahkan agar investor dapat berinteraksi dengan layanan keuangan menggunakan bahasa sehari-hari, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada tombol dan menu dalam aplikasi.
“Ke depannya kami melihat bahwa anak muda Indonesia akan berbicara langsung dengan duit mereka. Jadi sudah bukan lagi main dengan tombol-tombol,” ujarnya.
Anderson menyebut perkembangan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT dan Claude telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan teknologi. Menurutnya, pola komunikasi berbasis percakapan tersebut berpotensi diterapkan dalam layanan investasi.
“Karena sekarang anak muda Indonesia yang mana sih yang belum pernah pakai ChatGPT, belum pernah pakai Claude, ya? Jadi ini cara komunikasi yang seperti ini,” kata Anderson.
Menurut Anderson, teknologi tersebut nantinya tidak hanya ditujukan untuk mempermudah aktivitas investasi, tetapi juga membantu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap produk dan layanan keuangan.
“Kami lagi kembangkan bagaimana sih masa depan untuk berinvestasi untuk anak muda Indonesia, agar anak muda Indonesia itu bisa dengan literasi keuangan dan lain-lain itu bisa partisipasi juga dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tuturnya.
Pengembangan layanan berbasis AI tersebut menjadi bagian dari ekspansi produk Ajaib setelah perusahaan memperoleh pendanaan strategis US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings asal Jepang.
Baca Juga: Ajaib Bakal Temui Airlangga Pekan Ini, Demi Pasar Saham RI Naik ke Top 5 Dunia
Baca Juga: Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun, Ajaib Fokuskan 90% Dana ke Indonesia
Baca Juga: Kepercayaan Global Masih Tinggi, Ajaib Raih Pendanaan Rp4,8 Triliun dari SBI Holdings
Anderson mengatakan pendanaan tersebut akan digunakan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang engineering, produk, bisnis, dan operasional, serta mengembangkan produk investasi di Indonesia.
Saat ini, Ajaib memiliki hampir 7 juta pengguna. Lebih dari 80% nasabahnya merupakan investor pemula yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda.
Dengan basis pengguna tersebut, Ajaib melihat perubahan perilaku generasi muda sebagai peluang untuk mengembangkan layanan investasi yang lebih berbasis teknologi, sekaligus memperluas partisipasi investor pemula di pasar keuangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: