Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Menhut Raja Juli: 'Asap Tak Punya KTP'

        Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Menhut Raja Juli: 'Asap Tak Punya KTP' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni akhirnya buka suara terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang mulai menyebar dan berdampak ke negara tetangga.

        Menanggapi fenomena asap lintas batas (transboundary haze) ini, Raja Juli menggunakan kiasan "asap tak punya KTP".

        Menurutnya, pergerakan asap murni dipengaruhi oleh faktor alam, terutama arah angin yang tidak mengenal batas wilayah teritorial suatu negara.

        "Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Karena emang asap nggak ada KTP-nya gitu," ujar Raja Juli, dikutip dari kanal YouTube resmi Kementerian Kehutanan, Selasa (1/9/2026).

        Sebagai perbandingan, ia menjelaskan bahwa Indonesia pun akan ikut terdampak jika titik karhutla berlokasi di Serawak, Malaysia.

        Menurut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup, jika arah angin bertiup ke selatan, asap dari Serawak dipastikan akan masuk ke wilayah Indonesia.

        Meski pergerakan asap bergantung pada arah angin, Menhut yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSI ini menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan.

        Pemerintah terus mengupayakan penanganan karhutla secara maksimal dengan fokus pada:

        Pengendalian Titik Api: Memaksimalkan upaya pemadaman di Kalimantan agar kebakaran tidak semakin meluas.

        Pencegahan Dampak Negara Tetangga: Menekan volume asap agar tidak membawa kerugian (mudarat) bagi negara-negara tetangga.

        "Jadi tetap saja kita akan berjuang semaksimal mungkin. Kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita," tegasnya.

        Raja Juli berharap upaya keras tim di lapangan dapat segera membuahkan hasil, sehingga kualitas udara perlahan membaik.

        "Bahwa kemudian kita bisa jaga atau kontrol karhutla kita, asap kita, kemudian tidak terjadi transboundary haze, alhamdulillah," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: