Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wakil PM Malaysia Ngeluh ke Gibran Soal Asap Karhutla, Sampai Tawarkan Pesawat & Helikopter!

Wakil PM Malaysia Ngeluh ke Gibran Soal Asap Karhutla, Sampai Tawarkan Pesawat & Helikopter! Kredit Foto: Instagram/ahmadzahidhamidi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menawarkan bantuan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang disebut berdampak pada munculnya kabut asap atau jerebu di Sarawak.

Tawaran itu disampaikan Zahid setelah bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Persoalan jerebu dan karhutla lintas batas menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Zahid kemudian kembali menyoroti masalah jerebu saat berkunjung ke Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Kalibata, Jakarta Selatan.

Ia mengatakan Malaysia prihatin karena jerebu tengah melanda Sarawak. Menurutnya, persoalan tersebut berulang setiap tahun dan berkaitan dengan pembakaran terbuka di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

“Malaysia sangat prihatin terhadap permasalahan yang berlaku ini kerana ianya berlaku setiap tahun, sama ada pembakaran secara terbuka di Kalimantan atau di Sumatera.”

Zahid menyebut asap dari kebakaran di Indonesia dapat terbawa hingga Malaysia. Meski demikian, keberadaan hotspot di Indonesia tidak secara otomatis membuktikan setiap jerebu di Malaysia berasal dari kebakaran Indonesia karena asap juga dapat dipengaruhi kebakaran lokal dan kondisi atmosfer.

Untuk membantu penanganan karhutla, Malaysia menawarkan pengerahan satu pesawat amfibi Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, serta 52 personel.

Baca Juga: Prabowo Sebut Pelaku Karhutla 'Teroris Ekologi', 95 Korporasi Disorot

Pesawat tersebut dapat mengambil air dari danau, laut, maupun sungai untuk kemudian digunakan memadamkan kebakaran.

“Atas keizinan Indonesia kita akan menghantar sebuah kapal terbang, pesawat terbang Bombardier untuk membawa air dari tasik atau daripada laut atau sungai untuk disiram di kawasan yang terbakar itu.”

Zahid menegaskan bantuan tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah Indonesia. Ia juga menyatakan pengerahan personel dan armada bukan dimaksudkan untuk mencampuri urusan Indonesia, melainkan membantu mengatasi dampak jerebu yang dirasakan Malaysia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy