- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Efisiensi Angkat Kinerja PTBA, Laba Semester I 2026 Melonjak 215% Jadi Rp2,64 T
Kredit Foto: PT Bukit Asam Tbk
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil membalikkan tekanan kinerja yang terjadi pada periode sebelumnya. Perusahaan tambang batu bara Grup MIND ID ini membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,64 triliun pada semester I 2026, meningkat 214,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp839,9 miliar.
Kenaikan laba tersebut terjadi ketika pendapatan perseroan hanya tumbuh moderat menjadi Rp22,03 triliun dari Rp20,45 triliun pada semester I 2025. Perbaikan kinerja terutama tercermin dari meningkatnya laba bruto dan turunnya beban pokok pendapatan.
Pada semester I 2025, PTBA menghadapi tekanan margin. Meski pendapatan tercatat Rp20,45 triliun, laba bruto perusahaan turun menjadi Rp2,24 triliun. Salah satu faktor yang terlihat dari laporan keuangan adalah beban pokok pendapatan yang mencapai Rp18,20 triliun.
Memasuki semester I 2026, kondisi tersebut mulai membaik. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp17,78 triliun, sementara pendapatan meningkat menjadi Rp22,03 triliun. Kondisi itu mendorong laba bruto naik menjadi Rp4,24 triliun.
Perbaikan ini menunjukkan adanya penguatan margin, meski laporan keuangan tidak merinci faktor operasional spesifik seperti perubahan harga jual rata-rata, volume produksi, maupun volume penjualan.
Arus Kas Operasi Menguat
Selain profitabilitas, arus kas operasi PTBA juga menunjukkan perbaikan.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp4,62 triliun pada semester I 2026, dibandingkan Rp2,22 triliun pada semester I 2025.
Posisi kas dan setara kas per 30 Juni 2026 mencapai Rp6,87 triliun, naik dibandingkan Rp4,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, PTBA juga meningkatkan nilai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama.
Baca Juga: Proyek Haus Air, PTBA Bakal Sedot Sungai Enim untuk DME
Baca Juga: PTBA Ajukan BACBIE Jadi KEK untuk Percepat Hilirisasi Batu Bara
Pada semester I 2025, investasi pada ventura bersama tercatat Rp8,85 triliun.
Angka tersebut meningkat menjadi Rp10,71 triliun pada semester I 2026 untuk investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama.
Kenaikan ini menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati terkait strategi perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis.
Namun, Tantangan Siklus Batu Bara Masih Ada
Meski mencatat pemulihan laba, kinerja PTBA tetap berada dalam industri yang dipengaruhi siklus harga komoditas.
Laporan keuangan menunjukkan aktivitas utama perusahaan masih mencakup pertambangan batu bara, pengolahan, pengangkutan, perdagangan batu bara, hingga pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap.
Karena itu, keberlanjutan pertumbuhan laba PTBA ke depan akan bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga efisiensi, mempertahankan kinerja operasional, serta mengembangkan bisnis turunannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: