Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Mulai Dilirik Rusia untuk Kerja Sama Nuklir Sipil, Putin Kembali Buka Tawaran ke Prabowo

        Indonesia Mulai Dilirik Rusia untuk Kerja Sama Nuklir Sipil, Putin Kembali Buka Tawaran ke Prabowo Kredit Foto: BPMI / Muchlis Jr
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia kembali membuka peluang kerja sama dengan Indonesia di bidang energi nuklir. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan memasukkan energi nuklir sebagai salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam pengembangan hubungan bilateral dengan Indonesia.

        Hal tersebut disampaikan Putin saat menjamu Presiden Prabowo Subianto dalam jamuan santap siang di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Vladivostok.

        Putin mengatakan Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja. Menurutnya, sejumlah sektor menjadi perhatian kedua negara, mulai dari pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital hingga energi, khususnya energi nuklir.

        “Komisi bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi perdagangan dan kerja sama teknis terus bekerja. Kami memerhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi khususnya energi nuklir,” kata Putin dalam acara tersebut, dikutip dari tayangan langsung Sekretariat Presiden.

        Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa nuklir mulai ditempatkan sebagai salah satu bidang strategis dalam pembicaraan Rusia dan Indonesia. Namun, pembicaraan tersebut belum berarti Rusia dan Indonesia telah menyepakati pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir atau proyek nuklir tertentu.

        Ketertarikan Rusia terhadap sektor tersebut sebenarnya bukan hal baru. Dalam pertemuan sebelumnya dengan Prabowo, Putin pernah menyatakan Rusia siap memberikan bantuan apabila Indonesia memutuskan melibatkan Moskow dalam pengembangan teknologi nuklir sipil.

        Putin saat itu menyebut terdapat banyak prospek di sektor energi, termasuk energi nuklir. Ia juga mengatakan Rusia mengetahui Indonesia memiliki rencana terkait pengembangan energi tersebut dan siap membantu apabila Indonesia memilih menggandeng Rusia.

        Artinya, tawaran Rusia kini kembali muncul dalam pembicaraan tingkat tinggi antara Putin dan Prabowo. Bagi Indonesia, peluang tersebut dapat membuka opsi kerja sama teknologi nuklir sipil dengan salah satu negara yang memiliki pengalaman dalam pengembangan pembangkit nuklir.

        Dalam pertemuan di Vladivostok, Putin juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra penting Rusia di kawasan Asia Pasifik. Ia menyebut Indonesia sebagai sahabat Rusia yang dapat dipercaya dalam kerangka ASEAN.

        Hubungan ekonomi kedua negara juga menjadi bagian dari pembicaraan. Putin mengatakan volume perdagangan Rusia dan Indonesia meningkat 12 persen pada tahun sebelumnya, yang menurutnya menunjukkan perkembangan hubungan perdagangan bilateral.

        Selain nuklir, Rusia juga melihat peluang kerja sama di sektor pembangunan kapal, teknologi digital dan pertanian. Sementara itu, Prabowo menegaskan Indonesia siap meningkatkan kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang.

        Prabowo secara khusus menyoroti sektor maritim karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Menurutnya, kedua negara sama-sama berada di kawasan Pasifik sehingga konektivitas dan kerja sama maritim memiliki arti penting dalam hubungan bilateral.

        “Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat bagaimana Yang Mulia telah sampaikan di bidang ekonomi perdagangan kita meningkat, kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” kata Prabowo.

        Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal hingga Pesawat

        Pembicaraan mengenai nuklir tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa hubungan Indonesia-Rusia tidak hanya diarahkan pada perdagangan komoditas. Teknologi energi strategis mulai masuk dalam daftar kerja sama yang dibahas langsung oleh kedua kepala negara.

        Bagi Indonesia, tawaran Rusia menjadi salah satu pilihan dalam pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai, terutama jika pemerintah ingin memperluas sumber energi rendah karbon dan memperkuat ketahanan energi. Sementara bagi Rusia, keterlibatan dalam proyek energi di Indonesia dapat memperluas kerja sama ekonominya dengan salah satu negara kunci di Asia Tenggara.

        Meski demikian, realisasi kerja sama nuklir masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Pernyataan Putin saat ini lebih menunjukkan keterbukaan Rusia untuk bekerja sama, sementara keputusan mengenai teknologi, bentuk proyek, pendanaan, lokasi, serta mitra pembangunan tetap berada pada proses kebijakan Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: