Gibran Cuek Soal Isu Ijazah di MK, PSI: Nggak Level Melayani Orang Berstatus Tersangka
Kredit Foto: BPMI
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai wajar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak menanggapi gugatan pakar hukum tata negara Denny Indrayana di Mahkamah Konstitusi (MK).
Denny bersama 12 pemohon lainnya mengajukan gugatan untuk membatalkan status Gibran sebagai Wapres karena dianggap tidak memenuhi syarat pendidikan minimal SMA/SLTA atau sederajat.
Menurut Dedy, Gibran telah sah secara konstitusi menjabat sebagai Wapres sejak dua tahun lalu. Ia menilai gugatan Denny hanya upaya mencari panggung politik agar tetap relevan.
"Pemilu sudah lewat dan kita sudah punya Presiden dan Wapres yang sah secara konstitusional. Denny ini sebenarnya cari panggung saja dalam politik tidak lebih," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (13/9).
"Jadi wajar saja jika Wapres Gibran Rakabuming Raka tidak meresponnya karena selain tidak penting, juga sebenarnya ngga level melayani orang yang masih berstatus tersangka. Rakyat seperti saya juga berhak untuk bersuara." imbuhnya.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai gugatan MK justru merupakan kesempatan penting bagi Gibran. Menurutnya, Gibran perlu memberikan klarifikasi atas tuduhan Denny Indrayana, apapun konsekuensinya.
"Bahkan menurut saya, ini kesempatan bagi Gibran untuk membuktikan kualitasnya sebagai politisi/pemimpin, dan bagi rakyat untuk menilainya sendiri," ucapnya.
Baca Juga: Gibran Minta 2 Korban Keracunan MBG di Karo Dibawa ke Jakarta, Ini Alasannya
Namun hingga kini, Gibran belum memberikan respons. Berbeda dengan ayahnya, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), yang setidaknya pernah menanggapi isu serupa. Dino menilai sikap Gibran terkesan menghindar dan bergantung pada pembelaan pihak lain yang sebenarnya tidak mengetahui secara pasti situasi terkait ijazah SMA-nya.
"Logikanya sederhana: Kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang? We expect more from our leaders. Bagi yang sayang pada Gibran, silahkan, tapi anda sebaiknya lebih sayang pada Indonesia. Something to think about," pungkas Dino.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: