Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo KH Hasan Abdullah Sahal melontarkan sejumlah guyonan dalam pidatonya di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat peringatan 100 tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (15/9/2026).
Dalam sambutannya, Kiai Hasan menyinggung soal kedatangan Prabowo yang telah lama dinantikan. Ia juga melontarkan guyonan tentang istilah "cari muka" yang mengundang tawa para tamu.
Kiai Hasan mengatakan dirinya sudah lama memikirkan kedatangan Prabowo ke Gontor setelah sebelumnya membicarakan rencana tersebut. Ia kemudian bergurau bahwa dirinya akan merasa malu jika Prabowo tidak hadir dalam acara tersebut.
Ia lalu mengaitkan istilah "cari muka" dengan sejumlah kondisi yang menurutnya kerap terjadi di masyarakat. Mulai dari orang yang mencari ijazah, nama, uang, jabatan, hingga muka.
Dalam pidatonya, Kiai Hasan juga menyampaikan pandangan Gontor mengenai sejarah. Ia mengingatkan pesan Presiden Soekarno agar bangsa tidak melupakan sejarah, tetapi menekankan bahwa Gontor tidak ingin sekadar belajar dari sejarah.
Menurutnya, sejarah harus disikapi secara cerdas karena generasi saat ini juga memiliki peran dalam membangun sejarah.
Kiai Hasan kemudian menegaskan pilihan Gontor untuk berkontribusi melalui pendidikan. Sejak awal berdiri, Gontor disebut memiliki komitmen untuk mendidik dan memerdekakan umat serta bangsa dari ketergantungan.
Ia juga menggambarkan Gontor sebagai tempat bertemunya berbagai latar belakang organisasi Islam. Santri dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah disebut belajar di Gontor dan kemudian kembali berkontribusi di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Prabowo dalam sambutannya meminta para santri dan santriwati Gontor meneruskan perjuangan membangun bangsa Indonesia.
Prabowo menyebut para santri sebagai generasi yang akan melanjutkan perjuangan bangsa pada masa mendatang. Ia juga berpesan agar para santri tetap memegang nilai-nilai yang telah ditanamkan Gontor serta memberikan yang terbaik bagi bangsa dan umat.
Dalam peringatan 100 tahun Gontor tersebut, Prabowo turut mengaitkan perjalanan pondok dengan cita-cita para pendirinya, yakni K.H Ahmad Sahal, K.H Zainuddin Fananie, dan K.H Imam Zarkasyi.
Menurut Prabowo, cita-cita yang ditanamkan para pendiri Gontor telah berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah Indonesia hingga penjuru dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: