Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan awal pekan, Senin (21/9/2026). IHSG ditutup turun 56,43 poin atau 0,88% ke level 6.384,72.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat masuk zona hijau sebelum kembali melemah. Indeks bergerak di rentang 6.381,57–6.451,33.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai. Volume transaksi mencapai 26,78 miliar saham dengan nilai Rp11,77 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,82 juta transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 235 saham menguat, 140 saham melemah, dan 286 saham stagnan.
Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turun menjadi Rp11.189,43 triliun.
IHSG Masih Dibayangi Tekanan
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih cenderung bearish. Menurutnya, IHSG perlu bertahan di area 6.432–6.377 untuk meredam tekanan jual.
Jika menembus ke bawah area tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hingga level 6.290. Sebaliknya, jika mampu berbalik menguat, indeks perlu melewati area 6.452–6.504 terlebih dahulu.
“Kiwoom Research menyarankan investor untuk wait & see sambil mencermati kemampuan IHSG bertahan di atas 6.432–6.377 sebagai area support kunci,” kata Liza dalam riset hariannya, Senin (21/9/2026).
Setelah melewati 6.452–6.504, IHSG masih perlu menembus area 6.509–6.552 sebelum berpeluang menguji resistance di 6.590–6.732.
Baca Juga: IHSG Masih Tertekan di Pekan Ini, Tekanan Jual Tetap Dominan
Baca Juga: Investor Asing Net Sell Rp216,24 Miliar, ANTM Jadi Saham Paling Banyak Dilepas
Baca Juga: Usai Demutualisasi, OJK: BEI Tetap Independen
Sementara itu, Retail Research Analyst BNI Sekuritas Karina Rusfidyawati melihat masih ada peluang technical rebound pada perdagangan hari ini.
Menurut Karina, IHSG berpeluang bergerak menuju area 6.500–6.550. Adapun level support berada di 6.400–6.320, sedangkan resistance di 6.500–6.550.
“Adapun level support IHSG berada di 6.400–6.320, sedangkan resistance di 6.500–6.550,” kata Karina.
Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), IHSG ditutup turun 0,33% ke level 6.441,16. Pelemahan tersebut juga diikuti aksi jual bersih investor asing atau net sell sekitar Rp1,79 triliun.
Sejumlah saham menjadi sasaran aksi jual asing, di antaranya BBCA, BMRI, AMMN, TLKM, dan DSSA. Di sisi lain, dana asing masih mengalir ke beberapa saham, seperti ANTM, BRMS, MDKA, AADI, dan INCO.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: