Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Balik Melemah 1,69%, Ditutup di Level 6.277

        IHSG Balik Melemah 1,69%, Ditutup di Level 6.277 Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG ditutup turun 107,68 poin atau 1,69% ke level 6.277,04.

        Padahal, IHSG sempat bergerak di zona hijau pada awal perdagangan. Namun, tekanan jual kemudian membawa indeks berbalik ke zona merah hingga penutupan.

        Sepanjang sesi, IHSG bergerak pada rentang 6.258,43–6.423,83. Pelemahan indeks tercermin dari mayoritas saham yang ditutup turun, dengan 533 saham melemah, 139 saham menguat, dan 118 saham stagnan.

        Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp14,42 triliun, dengan volume perdagangan 33,70 miliar saham dari 2,16 juta transaksi.

        Seiring dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyusut menjadi sekitar Rp10.998 triliun.

        IHSG Menguji Level 6.300-6.350

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan menguji level 6.300–6.350. Meski demikian, koreksi harga minyak dan penguatan bursa global dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

        Phintraco menyebut penguatan Wall Street pada Senin (21/9/2026) ditopang oleh penurunan harga minyak, turunnya imbal hasil US Treasury, serta kenaikan saham teknologi.

        Harga minyak WTI turun 4,5% menjadi US$95 per barel. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga turun 4 basis poin menjadi 4,951%. Sementara itu, harga emas melemah 0,8% ke US$4.348 per troy ounce.

        Baca Juga: IHSG Kembali Hijau, Naik 7,61 Poin ke Level 6.392,33

        Baca Juga: RUPSLB BEI Mundur ke 28 Oktober, Demutualisasi Masih Abu-Abu

        Baca Juga: BEI Pantau Ketat JAWA, Ada Apa?

        Pasar global juga mencermati rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan ini. Menurut Phintraco, pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu, termasuk kecerdasan buatan (AI), tarif perdagangan, dan mineral kritis.

        Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan menurunkan batas harga minimum saham dan DINFRA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1 mulai 28 September 2026.

        Phintraco menilai perubahan tersebut berpotensi mendukung likuiditas dan proses pembentukan harga saham di pasar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: