Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Klaim Cadangan BBM Aman hingga 21 Hari, Harganya Juga Tak Naik sampai...

        Bahlil Klaim Cadangan BBM Aman hingga 21 Hari, Harganya Juga Tak Naik sampai... Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah gejolak geopolitik yang berpotensi memengaruhi pasokan energi, pemerintah memastikan kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih berada dalam batas aman. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut stok BBM nasional memenuhi standar minimal untuk kebutuhan 18–21 hari.

        “Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18–21 hari,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Electricity Connect 2026, Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

        Tak hanya soal pasokan, kabar mengenai harga BBM juga menjadi perhatian masyarakat. Bahlil memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

        Baca Juga: Sia-sia Upaya Denny Indrayana, Mahfud MD Sebut MK Tak Bisa Makzulkan Gibran

        "Harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan, sudah, itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo," ucap Bahlil.

        Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM nonsubsidi tetap dapat berubah. Bahlil menjelaskan harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan harga pasar global yang tercermin melalui Indonesian Crude Price (ICP).

        “Harga BBM nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tetapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” ujat Bahlil.

        Dengan demikian, kepastian harga hingga akhir tahun yang disampaikan Bahlil berlaku untuk BBM bersubsidi. Sementara harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti dinamika harga minyak global.

        Baca Juga: Pigai Sebut Rakyat Tak Salah Gugat Prabowo soal Karhutla: Saya Pikir Itu...

        Di tengah kebijakan tersebut, Bahlil juga kembali mengingatkan penggunaan BBM subsidi agar tepat sasaran. Ia meminta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi.

        "Yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus ya janganlah pakai BBM bersubsidi," terang Bahlil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: