Sudaryono: Pak Prabowo Tidak Takut Siapapun, Kita Mulai Lawan Itu Hak Asasi Robot dari Jawa Tengah
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengkonsolidasikan kader dari Partai Gerindra. Ia mengajak mereka untuk tidak gentar menghadapi kritik dan serangan narasi terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Sudaryono menyatakan presiden tidak takut menghadapi berbagai kekuatan, termasuk asing dan oligarki. Ia pun mengajak kader partai terkait melawan apa yang disebutnya sebagai dominasi akun robot di ruang digital.
Baca Juga: Anak Jokowi Soal Gugatan Denny Indrayana ke Gibran: Yang Diincar adalah Jabatan Wapres
"Kita harus tegakkan kepala, busungkan dada, kita melayani Pak Prabowo. Pak Prabowo tidak takut sama siapapun, tidak takut sama asing, tidak takut sama oligarki. kita mulai revolusi, kita mulai perubahan, kita mulai lawan itu hak asasi robot itu dari Jawa Tengah," tandas Sudaryono ddalam pidatonya di Rakorda Partai Gerindra Jawa Tengah, dikutip Rabu (23/9/2026).
Pernyataan tersebut muncul ketika ia membahas perubahan pola komunikasi politik akibat semakin besarnya pengaruh media sosial.
Menurutnya, berbagai isu yang berkembang di masyarakat saat ini tidak terlepas dari percakapan di platform digital. Karena itu, pertarungan narasi di media sosial dinilai menjadi tantangan bagi pemerintah dan partai pendukung Prabowo.
Sudaryono mengatakan masyarakat memang memiliki hak untuk menggunakan media sosial dan membuat berbagai jenis konten.
"Jadi misalnya seseorang punya akun di medsos, kemudian dia ngetik-ngetik, dia nulis, dia bikin video, dia bikin macam-macam, bikin konten dan lain sebagainya. Fine, itu oke," katanya.
Namun, ia membedakan antara akun pengguna asli dengan akun yang disebutnya sebagai robot atau akun palsu.
Sudaryono mengklaim sebagian besar percakapan digital yang membentuk topik tertentu justru berasal dari akun yang bukan pengguna manusia sebenarnya.
"Namun sekarang ini, mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. sehingga apa yang rame di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang. Hari ini yang namanya robot, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik yang ingin mereka naikkan," ungkapnya.
Menurut Sudaryono, situasi tersebut tidak boleh membuat kader partai kehilangan kepercayaan diri. Ia justru meminta para kader tetap berdiri di belakang presiden dan menghadapi narasi yang berkembang di ruang digital.
Baca Juga: Mahfud Ungkap Kejanggalan Gugatannya Denny Indrayana ke Gibran: Keabsahan Ijazah Itu Kewenangan PTUN
"Kita tidak boleh diam, setuju apa tidak?" serunya kepada peserta di Rakorda Gerindra Jawa Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar