Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Elite Gerindra Sebut 60 Persen Orang yang Tidak Puas dengan Kinerja Prabowo itu Akun Palsu

        Elite Gerindra Sebut 60 Persen Orang yang Tidak Puas dengan Kinerja Prabowo itu Akun Palsu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, mengklaim bahwa langkah dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat ini sudah berada di jalur yang benar.

        Namun, ia menuding ada upaya sistematis dari kelompok oligarki dan koruptor yang menggunakan akun robot (bot) di media sosial untuk menyerang pemerintahan dan menggiring opini publik.

        Menurut Sudaryono, wacana publik di platform media sosial saat ini tidak lagi sepenuhnya didominasi oleh opini organik dari masyarakat.

        Ia memperkirakan ada lebih dari 60 persen percakapan dan narasi yang beredar saat ini digerakkan oleh akun-akun palsu. Mesin-mesin inilah yang bertugas menaikkan topik tertentu agar terlihat seperti sentimen mayoritas.

        "Jadi saat Pak Prabowo dihujat, yang menghujat itu sebetulnya bukan orang (asli). Tetapi karena topiknya dibuat ramai, masyarakat kemudian terbawa arus dan ikut menghujat," jelas Sudaryono dalam arahannya dalam sebuah pidato rapat Gerindra.

        Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa manipulasi tren tersebut sengaja diciptakan untuk menutupi berbagai capaian positif dan program nyata pemerintah.

        Topik-topik hujatan sengaja dibesarkan, sementara kebijakan strategis yang berpihak pada rakyat justru sepi dari perbincangan.

        Beberapa kebijakan penting yang prorakyat luput dari perhatian publik akibat tertutup narasi negatif.

        "Seperti kesejahteraan guru mulai dari pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Status mereka ditingkatkan dari paruh waktu menjadi penuh waktu, dengan peluang dipertimbangkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

        "Kemudian ada pemberantasan korupsi, penangkapan sejumlah koruptor besar yang pada era sebelumnya tidak pernah tersentuh hukum," tambahnya.

        Sudaryono menegaskan bahwa masifnya serangan di media sosial ini adalah bentuk ketakutan dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu. "Semua robot itu dikendalikan oleh oligarki dan koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo terus memimpin bangsa ini," tambahnya.

        Sebagai penutup, Sudaryono menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan pendukung untuk tidak gentar menghadapi perang narasi ini. Ia mengajak barisan pendukung untuk bangga membela langkah presiden yang berani berhadapan dengan kekuatan besar.

        "Kita harus tegakkan kepala, busungkan dada. Kita bela Pak Prabowo yang ada di jalan yang benar. Beliau tidak takut sama siapa pun, baik asing maupun oligarki. Kita mulai perubahan, kita lawan!" tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: