- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
PYFA Salurkan Puluhan Ribu Suplemen Vitamin untuk Mendukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana Gempa di NTT dan Karhutla di Kalimantan
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah duka yang menyelimuti sebagian wilayah Nusantara, PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) mengulurkan tangan lewat penyaluran total 23.750 butir suplemen vitamin. Bantuan ini didedikasikan sepenuhnya untuk menjaga dan memulihkan kesehatan masyarakat yang terdampak musibah bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan. Langkah ini menjadi wujud nyata empati perusahaan untuk selalu hadir melindungi masyarakat di saat-saat paling membutuhkan.
Mengutamakan perlindungan langsung bagi kelompok masyarakat rentan, PYFA memastikan bantuan tiba di titik-titik krusial. Sebanyak 12.750 butir PYFAHEALTH Multivitamin telah disalurkan langsung ke wilayah terdampak Karhutla di Kalimantan guna menjaga daya tahan tubuh warga di tengah pekatnya kabut asap. Sementara itu, untuk merangkul para korban bencana alam di NTT, perusahaan mendistribusikan 18.430 butir D3-400 Tab serta 1.000 butir Feroplus Tablet Effervescent guna mempercepat proses pemulihan energi dan stamina para pengungsi.
Direktur PYFA, Bedjo Stefanus menjelaskan bahwa pemenuhan mikronutrisi esensial pada masa tanggap darurat merupakan benteng pertahanan utama untuk menekan risiko penyakit ikutan di wilayah krisis. Hal ini sejalan dengan komitmen kemanusiaan perusahaan untuk tidak sekadar mendistribusikan bantuan, melainkan memastikan masyarakat terdampak memiliki daya tahan tubuh yang memadai untuk kembali bangkit.
"Untuk Nusa Tenggara Timur. Untuk Kalimantan. Untuk Indonesia. PYFA Hadir. Di tengah situasi yang tidak mudah, di mana puluhan ribu saudara kita terancam infeksi pernapasan akibat kabut asap dan ribuan pengungsi rentan mengalami krisis imunitas, kami hadir mengintervensi melalui penyaluran lebih dari 23 ribu butir vitamin bagi masyarakat terdampak. Ini adalah komitmen nyata kami untuk memastikan mereka yang kehilangan dan mereka yang sedang bertahan tetap memiliki perlindungan kesehatan yang kuat. Kami berharap negeri ini akan selalu ada dalam lindungan sang pencipta. Sehat-sehat, Indonesia," ujar Bedjo.
Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, krisis asap Karhutla yang terjadi selama periode Juli hingga Agustus 2026 telah menyebabkan sedikitnya 50.891 orang jatuh sakit akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Realitas ini sejalan dengan pedoman Nutrition in Emergencies dari World Health Organization (WHO), yang menegaskan bahwa tingkat malnutrisi dan kematian akibat penyakit sekunder dapat melonjak tajam saat krisis kemanusiaan terjadi. WHO sangat merekomendasikan intervensi cepat berupa suplementasi mikronutrien (termasuk Vitamin D, A, dan zat besi) sebagai penyelamat nyawa untuk menekan risiko kesakitan pada populasi yang kehilangan akses nutrisi yang layak di pengungsian.
Adapun nilai total jumlah bantuan yang diberikan hingga saat ini mencapai lebih dari 75 juta rupiah. PYFA akan terus menyiagakan timnya dan memantau perkembangan proses pemulihan pascabencana secara saksama. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga jalur koordinasi yang erat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aparat TNI, tenaga kesehatan setempat, pihak swasta seperti Klinik Simas Sehat dan Apotek serta Yayasan Tzu Chi, serta berbagai komunitas relawan guna memastikan pasokan suplemen dan bantuan medis lanjutan dapat terus menjangkau pelosok yang masih terisolasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: