Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Usai Kasus Keracunan, Kini Siswa Meninggal Tersedak saat Santap Menu MBG

        Usai Kasus Keracunan, Kini Siswa Meninggal Tersedak saat Santap Menu MBG Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya menimbulkan berbagai persoalan bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

        Arif menilai program MBG telah menyakiti anak-anak melalui berbagai kejadian, mulai dari kasus keracunan makanan hingga insiden anak yang tersedak buah kelengkeng dan meninggal dunia.

        "Ada banyak cara MBG ini menyakiti anak-anak. Mulai dari meracuni hingga membuat anak tersedak hingga meninggal dunia," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (23/9).

        Pernyataan tersebut merujuk pada peristiwa tragis yang menimpa Reyhan Arisyah Putra (9), siswa kelas 3 SD di Lampung Tengah. Korban meninggal dunia pada 22 September 2026 setelah tersedak saat mengonsumsi buah kelengkeng yang merupakan bagian dari menu MBG.

        "Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak," kata Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP M Prenanta Al Ghazali.

        Korban sempat memegang lehernya untuk meminta pertolongan. Penjaga sekolah dan para guru kemudian memberikan bantuan pertama dengan menepuk punggung korban. Namun, biji kelengkeng yang menyumbat saluran pernapasan tidak berhasil dikeluarkan.

        Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Poncowarno sebelum dirujuk ke RS Kartini Kalirejo. Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

        Baca Juga: MBG Watch dan P2G Tolak Guru Mengawasi MBG: 'Tidak Ada Kewajiban di UU Guru Mengendus Ompreng'

        Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah memakamkan jenazah korban.

        Menyusul insiden tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat langsung melakukan evaluasi terhadap menu MBG. Penyajian buah kelengkeng untuk sementara dihentikan guna mencegah kejadian serupa terulang pada peserta didik lainnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: