Bikin Geleng Kepala, Guru Ini Bongkar Aturan 'Aneh' Pemeriksaan MBG yang Sita Waktu Mengajar
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Peran guru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu perbincangan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada seorang guru asal Bogor, Jawa Barat, bernama Desi Idayanti, setelah videonya ramai diperbincangkan di media sosial..
Dalam video tersebut, Desi mengungkapkan kekhawatirannya terkait arahan yang meminta guru turut memeriksa kelayakan makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Menurutnya, tanggung jawab tambahan itu berpotensi mengurangi fokus guru terhadap tugas utama mereka, yaitu mengajar.
Desi memperlihatkan sejumlah wadah berisi makanan MBG yang harus diperiksa sebelum dikonsumsi. Ia mempertanyakan efektivitas proses pengecekan apabila setiap porsi harus diteliti satu per satu, termasuk memastikan tidak ada masalah pada makanan melalui pemeriksaan langsung.
Menurutnya, jumlah paket makanan yang banyak akan menyita waktu dan tenaga guru. Dalam rekaman yang beredar, Desi menyampaikan keheranannya terhadap mekanisme tersebut dan menilai hal itu dapat menghambat kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Katanya harus ada yang bilang gitu, coba ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya. Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi anjing pelacak sekarang," ujar Desi dalam video tersebut, dikutip Kamis (24/9).
"Ini berapa biji ini? Kita kan mau ngajar bukan mau jadi tukang endus-endus MBG," sambungnya.
Ia berpendapat bahwa guru seharusnya lebih difokuskan pada proses pendidikan di kelas daripada menjalankan tugas yang berada di luar lingkup profesi mereka.
"Enggak ngajar dong kalau kayak gini," katanya.
Baca Juga: Cicipi MBG Sebelum Dibagi, Guru di Riau Viral: Biarlah Kami yang Duluan Mati
Setelah videonya menjadi viral, Desi menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan bertujuan mencari sensasi. Ia menyebut pernyataannya lahir dari keresahan terhadap pelaksanaan program dan keinginan agar kebijakan tersebut dievaluasi.
Lebih lanjut, Desi menilai guru memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara kritis, terutama jika menyangkut kepentingan dan keselamatan peserta didik. Ia berharap polemik yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak serta membuka ruang dialog konstruktif demi perbaikan pelaksanaan MBG.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: