Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (24/9/2026), setelah menguat signifikan pada sesi sebelumnya.
Berdasarkan data BEI, IHSG turun 9,93 poin atau 0,16% ke level 6.364,97 saat pembukaan. Pada awal perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.343 hingga 6.363.
Sebanyak 232 saham menguat, sementara 90 saham melemah dan 312 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp161,71 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 302,59 juta saham dalam 27.965 transaksi.
IHSG Berpotensi Tertekan
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Phintraco Sekuritas memperingatkan, jika IHSG menembus level 6.300, indeks berpeluang kembali menguji area 6.200–6.270.
Phintraco Sekuritas menyebut tekanan terhadap IHSG masih berpotensi datang dari sentimen pasar global. Salah satunya berasal dari pelemahan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Wall Street tertekan setelah kenaikan imbal hasil US Treasury membebani saham-saham sektor teknologi. Yield US Treasury tenor 10 tahun tercatat naik lebih dari 13 basis poin (bps) ke level 5,104%.
Selain kenaikan yield, penguatan harga minyak juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. Harga minyak mentah Brent ditutup melonjak hampir 4% ke level US$103 per barel.
Investor juga mencermati kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat yang dimulai pada Rabu (23/9/2026). Perkembangan hubungan kedua negara menjadi salah satu perhatian pasar global.
Baca Juga: IHSG Dibayangi Tekanan Global, Waspadai Level 6.306
Baca Juga: IHSG Tembus 6.300, Berpotensi Terkoreksi ke Level 6.200
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 23 September 2026.
Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia tercatat mencapai 13,36% secara tahunan (year on year/YoY) pada Agustus 2026.
Di pasar komoditas, harga emas justru melemah 1,23% ke level US$4.322 per troy ounce pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Dengan kombinasi sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas melihat ruang tekanan terhadap IHSG masih terbuka. Level 6.300 menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor. Jika level tersebut ditembus, IHSG diperkirakan kembali menguji kisaran 6.200–6.270.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: