Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank terus memperkuat bisnis pembiayaan korporasi. Hingga semester I 2026, penyaluran kredit pada segmen Wholesale Banking tercatat mencapai Rp30,28 triliun, naik 2,85% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp29,45 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan ekspansi kredit KB Bank masih berjalan, meski dilakukan secara terukur. Perseroan memilih tidak sekadar mengejar pertumbuhan volume kredit, tetapi juga menempatkan kualitas aset dan pengelolaan risiko sebagai bagian penting dalam ekspansi bisnis.
Direktur Wholesale Banking KB Bank Widodo Suryadi mengatakan pertumbuhan kredit tersebut menjadi bagian dari penguatan bisnis Wholesale Banking yang mencakup nasabah korporasi, komersial, dan enterprise. Segmen tersebut turut ditopang oleh layanan Transaction Banking untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan operasional nasabah.
"Total Wholesale Banking Loan pada Juni 2026 mencapai Rp30,28 triliun, dibandingkan Rp29,45 triliun pada Desember 2025. Dengan demikian, pertumbuhannya mencapai 2,85% secara year to date,” ujar Widodo dalam acara Media Workshop di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Tak hanya total kredit, pembiayaan dalam kategori Normal Loan Wholesale Banking juga meningkat. Nilainya naik dari Rp22,27 triliun pada Desember 2025 menjadi Rp22,77 triliun pada Juni 2026. Dengan demikian, Normal Loan tumbuh 2,23% secara year to date.
Di tengah upaya memperbesar penyaluran kredit, KB Bank mengusung prinsip quality before volume. Strategi tersebut membuat perseroan menempatkan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko sebagai pertimbangan dalam melakukan ekspansi.
Untuk memperkuat bisnis wholesale, KB Bank membagi fokusnya ke tiga segmen, yakni Corporate Banking, Commercial Banking, dan Enterprise Banking. Ketiganya diperkuat dengan layanan Transaction Banking yang menyasar kebutuhan transaksi nasabah korporasi dan pelaku usaha.
KB Bank juga mengembangkan strategi berbasis ekosistem. Nasabah korporasi ditempatkan sebagai anchor yang berpotensi membuka akses pembiayaan dan layanan perbankan kepada perusahaan dalam rantai pasoknya. Ekosistem tersebut mencakup pelaku usaha komersial, enterprise, pemasok, distributor, hingga merchant.
Baca Juga: Cukup Pakai BISA Mobile, Nasabah KB Bank Syariah Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu
Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Gandeng Basarnas, Dorong Pegawai Lebih Siap Hadapi Pensiun
Baca Juga: Kasus KPR Fiktif BTN, OJK: Pengelolaan Kredit Jadi Concern Pengawasan
Sejumlah sektor produktif menjadi sasaran pengembangan ekosistem tersebut, antara lain kesehatan, manufaktur, perdagangan dan distribusi, otomotif, bahan bangunan, serta pendidikan.
Selain pasar domestik, KB Bank juga mengembangkan hubungan bisnis dalam koridor Indonesia-Korea. Perseroan melihat hubungan lintas negara tersebut sebagai ruang untuk memperkuat layanan transaksi dan pembiayaan bagi nasabah yang memiliki aktivitas bisnis kedua negara.
Secara keseluruhan, KB Bank membukukan total aset Rp86,11 triliun pada semester I 2026, tumbuh 12,71% secara tahunan. Sementara itu, total penyaluran kredit mencapai Rp44,97 triliun dengan dana pihak ketiga sebesar Rp45,57 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan