Guru Protes Disuruh Cium Makanan MBG Seperti Anjing Pelacak, BGN Akhirnya Buka Suara
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Video seorang guru yang memprotes prosedur pemeriksaan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang guru mengaku diminta mencium atau mengendus makanan sebelum menu dibagikan kepada para siswa.
Keluhan itu bahkan disampaikan dengan pernyataan bernada sindiran. Guru tersebut mempertanyakan tugasnya yang disebut berubah karena harus mengendus makanan dalam jumlah banyak sebelum disantap murid.
"Cium dulu, diendus-endus dulu katanya, harus (dicium dulu).... Ada yang bilang gitu, coba ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya. Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru, jadi anjing pelacak sekarang," kata guru tersebut.
Pernyataan itu kemudian mendapat perhatian di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai prosedur yang sebenarnya berlaku dalam pelaksanaan MBG. Badan Gizi Nasional (BGN) pun memberikan penjelasan terkait keterlibatan guru dalam pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta guru untuk mengendus-endus makanan seperti yang disampaikan dalam video tersebut. Menurutnya, prosedur yang dilakukan guru merupakan bagian dari pemeriksaan kualitas makanan menggunakan pancaindra.
"Perlu kami sampaikan bahwa Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta para guru untuk mengendus-endus makanan dalam konteks narasi yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan dalam video tadi," kata Tysa dalam keterangan resmi.
Tysa menjelaskan, guru memang memiliki keterlibatan dalam pelaksanaan MBG, salah satunya melakukan tes organoleptik terhadap makanan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebelum makanan diberikan kepada siswa penerima manfaat.
Baca Juga: BGN Diminta Eling, Jangan Salahkan Guru Apalagi Robot Soal Kasus Keracunan MBG
Tes organoleptik, kata Tysa, digunakan untuk menilai kualitas makanan dengan memanfaatkan pancaindra. Pemeriksaan itu mencakup pengamatan terhadap warna dan tekstur makanan, mencium aromanya, hingga mencicipi makanan.
"Lalu apa itu kemudian tes organolepik? Tes organolepik adalah tes untuk menilai kualitas makanan melalui pancaindra sebelum diberikan ke siswa penerima manfaat dengan cara melihat warna dan tekstur makanan, mencium aroma makanan, dan mencicipi makanan," ujarnya.
BGN membedakan prosedur tes organoleptik dengan narasi mengenai guru yang diminta mengendus-endus makanan. BGN menegaskan pemeriksaan yang dimaksud merupakan bagian dari penilaian kualitas makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Selain melakukan pengecekan makanan, guru juga mempunyai fungsi sebagai edukator dalam pelaksanaan program MBG. Peran tersebut dilakukan sebelum siswa mulai menyantap makanan yang telah dibagikan.
Tysa menyebut guru antara lain mengingatkan siswa untuk mencuci tangan dan berdoa sebelum makan. Guru juga mengarahkan siswa agar duduk dengan tertib serta memberikan penjelasan mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam menu MBG.
BGN kembali menegaskan bahwa tidak ada instruksi kepada guru untuk mengendus-endus makanan sebelum disantap siswa. Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan narasi yang muncul setelah video seorang guru tersebut beredar di media sosial.
"Jadi tidak ada ya, sekali lagi tidak ada permintaan BGN kepada guru untuk mengendus-endus makanan sebelum disantap oleh siswa," tutur Tysa.
Polemik yang muncul berawal dari pernyataan seorang guru mengenai kewajiban mencium makanan MBG, sementara BGN menyatakan prosedur resmi yang dilakukan guru adalah tes organoleptik untuk menilai kualitas makanan. Adapun BGN tidak menjelaskan secara rinci sumber instruksi yang disebut oleh guru dalam video tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: