Pinjol hingga Scam Mengintai, OJK Minta Literasi Finansial Dimulai dari Sekolah
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan kemampuan finansial (financial capability) generasi muda sejak bangku sekolah seiring semakin dekatnya kelompok tersebut dengan layanan keuangan digital.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan kemudahan akses dan transaksi secara real time belum otomatis diikuti kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan secara cepat dan tepat.
“Ketika transaksi kita bisa selesaikan secara real time, apakah kemampuan kita dalam membuat keputusan juga bisa dilakukan secara real time? Di sini pilihan produk, risiko digital, informasi yang belum tentu benar, scam, fraud, aktivitas keuangan ilegal, serta isu keamanan data pribadi menjadi tantangan kami sehari-hari,” ujar Dicky dalam Puncak Acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Dicky, perkembangan ekosistem keuangan digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Tantangan tersebut mencakup penipuan, fraud, aktivitas keuangan ilegal, hingga keamanan data pribadi.
Dia menilai pemahaman terhadap model bisnis dalam ekosistem keuangan digital menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat. Namun, berbagai persoalan masih ditemukan dalam penggunaan layanan keuangan digital.
“Setiap hari kita mendengar adanya korban dari pinjol, betapa besarnya kerugian dari judi online, betapa besar scam dan fraud menghantui sistem keuangan kita,” katanya.
Baca Juga: OJK Hentikan 951 Pinjol Ilegal, 1,2 Juta Rekening Terindikasi Scam
Baca Juga: Cegah Jerat Pinjol Ilegal, Pegadaian Bekali Mahasiswa USU Literasi Keuangan
Karena itu, Dicky menilai peningkatan financial capability perlu dimulai sejak bangku sekolah. Generasi muda tidak hanya perlu memahami teori keuangan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut ketika menggunakan berbagai produk dan layanan keuangan digital.
OJK mendorong penguatan pendidikan mengenai ekosistem keuangan digital melalui sekolah, bahan ajar, kurikulum, serta pelatihan bersama guru. Pendidikan tersebut diarahkan agar generasi muda mampu memahami karakteristik produk keuangan dan memilih produk sesuai kebutuhan serta kemampuan mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: