Pemulihan Bencana Sumatera Telan Rp100,1 Triliun, Tito Pastikan Terus Berjalan
Kredit Foto: Kemendagri
Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp100,1 triliun untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengatakan pemerintah terus menjalankan pemulihan di tiga wilayah terdampak tersebut.
“Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini,” terang Tito di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Tito mengatakan perkembangan penanganan oleh masing-masing kementerian dan lembaga akan diperbarui setiap pekan. Pada pekan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan kegiatan belajar mengajar di 4.922 sekolah terdampak telah berjalan 100%.
“Nanti akan ada penjelasan berikutnya di minggu berikutnya dan minggu-minggu seterusnya. Menteri PU (Pekerjaan Umum) mungkin akan menjelaskan bagaimana perbaikan akses jalan, jembatan, sungai, dan lain-lain yang jumlahnya juga masif,” tutur Tito.
Baca Juga: 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Kembali Aktif, 97 Masih Harus Direlokasi
Baca Juga: Prabowo Digugat Soal Karhutla Kalbar, Warga Minta Status Bencana Nasional
Menurut Tito, rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Pemerintah juga menangani akses kesehatan serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.
Tito mencontohkan program pemulihan sawah terdampak yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangani pemulihan tambak milik warga.
“Meskipun di lapangan sebetulnya banyak yang bersentuhan sudah tahu, tapi penjelasan umum perlu kita lakukan. Kita akan lakukan penjelasan itu setiap minggu,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri