Sudah Lewati Batas Aman WHO, 64 Persen Anak Usia Prasekolah Terpapar Screen Time Lebih dari 30 Menit
Kredit Foto: Freepik.com
Kebiasaan konsumsi media digital pada anak usia dini menjadi sorotan serius di Sri Lanka. Sekretaris Kementerian Kesehatan Sri Lanka, Anil Jasinghe, mengungkapkan bahwa 64 persen anak usia prasekolah di negaranya menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sehari menggunakan perangkat digital seperti ponsel, tablet, maupun komputer.
Temuan yang dirilis pada Kamis (24/9/2026) tersebut memicu kekhawatiran karena telah melampaui standar kesehatan global.
Jasinghe menegaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak usia dini membatasi waktu di depan layar (screen time) di bawah 30 menit per hari.
Kecenderungan penggunaan gawai yang berlebih ini juga berdampak pada aktivitas dasar anak. Survei kementerian menemukan bahwa sekitar 43 persen anak prasekolah di Sri Lanka memiliki kebiasaan makan sambil menatap layar smartphone.
Selain menyoroti masalah paparan digital, survei ini juga membedah dinamika pengasuhan di lingkungan keluarga.
Hasilnya menunjukkan indikasi tekanan dalam pola asuh, di mana 56 persen orang tua atau pengasuh anak prasekolah mengaku sering marah kepada anak-anak mereka.
Data kementerian turut merekam masih rendahnya partisipasi pria dalam ranah domestik. Jasinghe memaparkan bahwa figur ayah masih kurang terlibat dalam proses pengasuhan, dengan hanya sekitar 53 persen ayah yang secara aktif merawat anak-anak mereka.
Sebagai langkah intervensi atas temuan komprehensif tersebut, Jasinghe menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan Sri Lanka telah meluncurkan program promosi kesehatan baru.
Pemerintah juga mulai mendistribusikan pedoman pengasuhan anak prasekolah yang dirancang untuk memperbaiki pola asuh keluarga sekaligus memitigasi dampak negatif dari paparan layar digital berlebih.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: