Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasar Halal RI Hampir Rp6.000 Triliun, Menperin: Industri Lokal Jangan Cuma Jadi Pasar

        Pasar Halal RI Hampir Rp6.000 Triliun, Menperin: Industri Lokal Jangan Cuma Jadi Pasar Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
        Warta Ekonomi, Tangerang -

        Besarnya pasar halal di Indonesia belum otomatis membuat industri dalam negeri menjadi pemain utama di sektor tersebut. Dengan populasi Muslim sekitar 252 juta orang, konsumsi rumah tangga masyarakat Muslim Indonesia diperkirakan mencapai hampir Rp6.000 triliun pada semester I 2026.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan besarnya basis konsumen tersebut harus diikuti dengan penguatan kapasitas industri nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk halal.

        “Kita punya penduduk besar, 280-an juta dengan penduduk muslim sebesar 252-an juta. Dan ini merupakan basis konsumsi atau konsumen halal yang sangat besar,” kata Agus dalam acara Halal Indonesia International Industry Awards (IHIA) dan Halal Indo 2026 di Tangerang, Kamis (24/9/2026).

        Menurut Agus, Kementerian Perindustrian bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengestimasi konsumsi rumah tangga masyarakat Muslim Indonesia pada semester I 2026 mencapai hampir Rp6.000 triliun.

        Besarnya konsumsi tersebut menjadi modal bagi pengembangan industri halal, terutama karena pasar domestik Indonesia juga dapat menjadi pijakan untuk masuk ke pasar global.

        Namun, posisi Indonesia secara keseluruhan belum mencerminkan besarnya pasar domestik tersebut. Agus menyebut Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dunia dalam ekosistem industri halal.

        “Potensi ini yang ingin kita angkat. Bukannya Indonesia, negara-negara lain juga,” ujarnya.

        Di sejumlah subsektor, posisi Indonesia memang sudah cukup kuat. Indonesia berada di peringkat pertama untuk modest fashion, peringkat ketiga untuk makanan halal, serta peringkat keempat untuk farmasi dan kosmetik halal.

        Agus menilai posisi tersebut masih menyisakan ruang yang besar untuk ditingkatkan, terutama pada subsektor yang memiliki basis konsumen domestik sangat besar.

        Dia mencontohkan posisi Indonesia di sektor makanan halal yang masih berada di peringkat ketiga dunia. Menurutnya, posisi tersebut belum memuaskan dan perlu didorong agar industri nasional dapat naik kelas.

        “Peringkat ketiga itu tidak memuaskan untuk saya,” kata Agus.

        Di sisi lain, industri halal Indonesia sebenarnya sudah memiliki basis produksi yang cukup besar. Agus menyebut kontribusi industri halal terhadap industri pengolahan nonmigas mencapai sekitar Rp1.102 triliun atau 50,55 persen.

        Ekspor produk halal Indonesia juga mencapai US$35,72 miliar, sementara impornya masih sebesar US$17,47 miliar.

        Angka tersebut menunjukkan bahwa industri halal nasional tidak hanya bertumpu pada konsumsi domestik. Industri Indonesia juga sudah mampu masuk ke pasar global, meski pemerintah masih melihat impor produk halal sebagai ruang yang perlu ditekan.

        “Jangan dilihat bahwa kita surplus. Saya ingin angka impornya tahun depan menurun,” ujar Agus.

        Baca Juga: Kemenperin: Industri Halal Bukan Sekadar Sertifikasi, tapi Perang Ekonomi

        Baca Juga: Otomotif RI Masih Tertinggal, Kemenperin: Kepemilikan Kendaraan Jauh di Bawah Malaysia

        Menurut dia, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah produk yang mendapatkan sertifikasi halal. Sertifikasi harus diikuti dengan kapasitas produksi dan akses pasar yang lebih luas, khususnya pasar internasional.

        “Yang pasti, sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik, yang lebih baik, dan juga harus memiliki akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional,” katanya.

        Kemudian, pemerintah memasukkan pengembangan industri halal ke dalam peta jalan industri halal 2024-2029 dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: