Jokowi Bisa Tinggalkan PDIP, Bisakah Dedi Mulyadi Lepas dari Bayang-bayang Prabowo?
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Pengamat politik Adi Prayitno membandingkan posisi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam konteks dinamika politik menjelang Pilpres 2029.
Menurut Adi, Jokowi berani mengambil sikap politik yang berbeda dengan PDI Perjuangan (PDIP) pada Pilpres 2024 karena saat itu masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Meski berstatus kader PDIP, Jokowi memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran, sementara partainya mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
"Kalau Jokowi dulu beda pandangan dengan partainya, PDIP, karena Jokowi saat berbeda pandangan, berseberangan secara politik, karena posisinya masih sebagai presiden. Jadi Jokowi dinilai oleh publik berani menghadapi PDIP karena Jokowi saat itu adalah Presiden Republik Indonesia," ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Jumat (25/9).
Sementara itu, Adi menilai situasi yang dihadapi Dedi Mulyadi berbeda. Saat ini, KDM masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Secara struktur partai maupun pemerintahan, posisi Dedi berada di bawah Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.
Baca Juga: Maju Pilpres 2029, Ada 'Karpet Merah' untuk Dedi Mulyadi dari Solo
Karena itu, Adi mempertanyakan apakah Dedi memiliki keberanian untuk berhadapan langsung dengan Prabowo apabila keduanya berada dalam kontestasi yang sama pada Pilpres 2029.
"Per hari ini posisi KDM itu adalah Gubernur Jawa Barat. Apakah sanggup, apakah berani, akan berhadap-hadapan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang notabene adalah ketua umumnya di Partai Gerindra?" tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: