Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Maju Pilpres 2029, Ada 'Karpet Merah' untuk Dedi Mulyadi dari Solo

Maju Pilpres 2029, Ada 'Karpet Merah' untuk Dedi Mulyadi dari Solo Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Adi Prayitno menilai peluang Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk maju pada Pilpres 2029 masih terbuka lebar.

Adi mengingatkan bahwa hingga saat ini Dedi Mulyadi tetap menunjukkan loyalitas kepada Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, bukan tidak mungkin arah politik KDM berubah seiring dinamika politik yang akan berkembang menjelang 2029.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Disebut Mustahil Lawan Prabowo di 2029

Ia menilai ada berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, mulai dari bergabung dengan kekuatan politik Solo yang kerap dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga maju sebagai calon presiden meskipun harus berhadapan langsung dengan Prabowo.

"Meski kita tidak pernah akan tahu bagaimana politik itu yang sesungguhnya pada akhirnya. Kalau soal KDM ini ya tergantung sama Pak KDM, apakah Pak KDM itu misalnya akan tertarik bergabung dengan Solo, ataukah tergoda untuk maju di 2029 sekalipun harus berhadap-hadapan dengan Pak Prabowo Subianto?" ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Kamis (24/9).

"Itu tentu jawabannya ada di Pak KDM yang hari ini dipersepsikan punya popularitas, punya elektabilitas rising star, punya modal politik yang relatif mantap menuju 2029," lanjutnya.

Adi menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Dedi Mulyadi. Menurutnya, peluang untuk maju pada Pilpres 2029 terbuka selama terdapat dukungan politik yang memadai.

"Semua sangat tergantung Pak KDM, apakah Pak KDM tergiur, apakah Pak KDM mau ataupun ingin maju di 2029 sekalinya pun akan berhadapan dengan Prabowo Subianto yang saat ini posisinya adalah Presiden Republik Indonesia. Yang saat ini juga adalah Ketua Umum Partai Gerindra," katanya.

Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa secara struktural Dedi Mulyadi masih berada dalam barisan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Dan kita pun juga tahu bahwa KDM di Gerindra ya tentu secara struktural masih di bawahnya Pak Prabowo Subianto. Jawabannya ada di KDM," ujarnya. 

Baca Juga: Elektabilitas Cuma 2%, Dedi Mulyadi Tak Butuh Gibran di Pilpres 2029

Adi menilai peluang maju tetap terbuka bagi Dedi Mulyadi apabila ada partai politik yang bersedia mengusungnya. Menurutnya, kekuatan politik Solo juga berpotensi menjadi salah satu poros yang dapat memberikan dukungan jika skenario tersebut benar-benar terjadi.

"Maju, ada kesempatan, ada peluang, tergantung ada partai politik yang mau mengusung. Kekuatan politik Solo mungkin akan menyediakan itu, semuanya ada di Pak KDM," tandasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya