Kredit Foto: Bobobox
Bobobox menjadi perusahaan asal Indonesia kedua yang terpilih dalam program TSE Asia Startup Hub 2026, yang digagas Tokyo Stock Exchange, Inc. (TSE) untuk membantu perusahaan Asia mengembangkan bisnis di Jepang sekaligus membuka peluang kerja sama dengan perusahaan lokal.
Bobobox merupakan satu dari tujuh perusahaan baru yang masuk dalam program tahun ini. Secara keseluruhan, TSE Asia Startup Hub 2026 mencakup 23 perusahaan dari 10 negara dan wilayah.
Melalui program tersebut, Bobobox berkesempatan memperluas jaringan mitra serta memperoleh dukungan pengembangan bisnis dan pendanaan, termasuk pendampingan terkait potensi Initial Public Offering (IPO) di Jepang.
Bagi Bobobox, keikutsertaan dalam program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membawa inovasi akomodasi Indonesia ke pasar internasional, khususnya Jepang.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan produk akomodasi Indonesia yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Co-Founder dan CEO Bobobox Indra Gunawan.
Menurut Indra, Jepang memiliki posisi penting dalam perjalanan Bobobox menuju perusahaan world-class hospitality, mengingat standar produk dan service excellence di negara tersebut menjadi salah satu tolok ukur industri hospitality global.
“Mampu menghadirkan produk yang diterima dan dipercaya di Jepang akan menjadi recognition tersendiri sekaligus tonggak bagi kami untuk melangkah ke market internasional yang lebih luas,” katanya.
TSE Asia Startup Hub sendiri didukung 58 mitra dan empat observer yang berasal dari berbagai sektor, termasuk perusahaan sekuritas, bank, firma audit, firma hukum, serta perusahaan modal ventura.
Sejak berdiri pada 2018, Bobobox mengembangkan dua produk utama, yakni Bobopod dan Bobocabin. Bobopod menawarkan konsep hotel kapsul di lokasi strategis perkotaan dengan ruang istirahat privat, nyaman, dan terjangkau. Sementara Bobocabin menghadirkan pengalaman menginap di tengah alam dengan dukungan kenyamanan dan fasilitas modern.
Kedua produk tersebut dikembangkan dengan mengandalkan desain modular, integrasi teknologi, serta prinsip keberlanjutan. Pengalaman mengelola operasional di berbagai lokasi di Indonesia juga menjadi modal Bobobox untuk mempersiapkan ekspansi ke Jepang.
Dalam proses tersebut, mitra bisnis lokal akan berperan penting dalam membantu Bobobox memahami karakter pasar Jepang sekaligus menentukan penyesuaian produk dan model bisnis yang diperlukan.
Melalui jaringan TSE Asia Startup Hub, Bobobox akan membangun hubungan dengan calon mitra untuk membahas konsep produk, potensi lokasi, hingga model operasional yang dapat menjadi dasar pengembangan pilot project di Jepang.
“Kami ingin membangun bisnis di Jepang secara bertahap bersama partner yang tepat. Langkah awal ini penting agar kami dapat memahami pasar dan menentukan pendekatan untuk berkembang di sana,” ujar Indra.
Selain ekspansi bisnis, Bobobox juga memiliki aspirasi jangka panjang untuk mencatatkan sahamnya di Tokyo Stock Exchange.
“Dalam jangka panjang, kami juga memiliki aspirasi untuk melantai di Tokyo Stock Exchange. Kami berharap program ini dapat membantu kami membangun fondasi dan memahami kesiapan yang dibutuhkan untuk bergerak ke arah tersebut,” tutup Indra.
Kalau ingin, �judulnya juga bisa dibuat lebih hook dan bernuansa bisnis, misalnya �menonjolkan target Bobobox ekspansi Jepang sekaligus membidik IPO di Tokyo Stock Exchange.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: