Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Berpotensi Uji Resistance 6.300-6.330

        IHSG Berpotensi Uji Resistance 6.300-6.330 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level resistance 6.300-6.330 pada perdagangan mendatang, sebelum kembali melanjutkan tren koreksi. Proyeksi tersebut disampaikan BNI Sekuritas dalam riset hariannya.

        Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, IHSG pada perdagangan pekan lalu ditutup melemah 0,9%. Koreksi tersebut turut diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing sekitar Rp440 miliar.

        Sejumlah saham menjadi sasaran utama aksi jual investor asing, di antaranya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

        "IHSG berpotensi tes resistance ke 6.300-6.330 dulu, tapi kemudian bisa kembali melanjutkan koreksinya," ujar Fanny dalam riset hariannya, Senin (28/9/2026).

        Dari sisi teknikal, dia mencatat level support IHSG berada di kisaran 6.100-6.170, sedangkan area resistance berada pada 6.300-6.330.

        Di tengah kondisi pasar tersebut, BNI Sekuritas turut memberikan sejumlah ide perdagangan saham untuk dicermati investor pada hari ini, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

        Untuk CUAN, strategi yang disarankan adalah speculative buy pada area Rp930-Rp935. Batas cut loss ditetapkan di bawah Rp920, dengan target terdekat Rp950-Rp975.

        Sementara itu, INKP direkomendasikan dengan strategi speculative buy pada kisaran Rp8.175-Rp8.225. Cut loss berada di bawah Rp8.150, sedangkan target terdekat berada di level Rp8.300-Rp8.425.

        Baca Juga: Mulai Hari Ini, BEI Ubah Batas Bawah Harga Saham Jadi Rp1, Ini Daftarnya

        Baca Juga: IHSG Rawan Tertekan, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Perhatian Investor

        Untuk AMMN, strategi speculative buy dapat dilakukan pada area Rp4.700-Rp4.720, dengan cut loss di bawah Rp4.700. Target terdekat berada di kisaran Rp4.800-Rp4.820.

        Adapun ANTM masuk dalam strategi buy on weakness dengan area pembelian Rp3.200-Rp3.230. Cut loss ditetapkan di bawah Rp3.200, sementara target terdekat berada di Rp3.270-Rp3.320.

        TPIA juga masuk dalam strategi buy on weakness, dengan area beli Rp1.760-Rp1.800. Batas cut loss berada di bawah Rp1.720, dengan target terdekat Rp1.830-Rp1.860.

        Terakhir, RAJA direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada kisaran Rp650-Rp665. Cut loss berada di bawah Rp650, sedangkan target terdekat ditetapkan pada Rp675-Rp690.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: