Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba VICI Jatuh 44%, Harapan Bangkit Dibebankan ke Semester II

        Laba VICI Jatuh 44%, Harapan Bangkit Dibebankan ke Semester II Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten kosmetik dan perawatan tubuh PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) optimistis kinerja laba bersih akan membaik pada semester II-2026. Optimisme ini muncul setelah laba perseroan mulai menunjukkan pemulihan pada Juli-Agustus 2026, menyusul penurunan tajam pada paruh pertama tahun ini.

        Pada semester I-2026, laba bersih VICI anjlok 44,15% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp45,09 miliar, dari Rp80,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Direktur VICI Erwan Irawan Noer mengatakan tren pemulihan laba mulai terlihat dalam dua bulan pertama semester II-2026.

        “Sudah pick up. Jadi semester II ini kelihatan dari dua bulan terakhir ini juga sudah pick up jauh,” ujar Erwan dalam sesi temu media di Bali Timbungan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

        Optimisme tersebut muncul meski kinerja pendapatan VICI pada semester I-2026 sebenarnya masih tumbuh. Perseroan membukukan pendapatan Rp745,30 miliar, naik 10,14% dibandingkan Rp676,66 miliar pada semester I-2025.

        Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu mendorong laba karena VICI meningkatkan belanja promosi untuk memperkuat merek dan loyalitas konsumen.

        “Memang kegiatan advertising atau promosi, tapi kan itu memang merupakan investasi kita lah, investasi strategis, buat brand awareness, buat loyalti juga,” kata Erwan.

        Selain biaya promosi, VICI juga menghadapi tekanan dari belanja modal dan kenaikan biaya bahan baku serta kemasan pada kuartal II-2026. Kondisi tersebut kini mulai mereda sehingga perseroan melihat ruang perbaikan profitabilitas pada paruh kedua tahun ini.

        Menurut Erwan, biaya kemasan yang sempat melonjak akibat sulitnya mendapatkan pasokan pada awal kuartal II kini mulai lebih stabil. Perseroan juga mulai mengurangi sejumlah pengeluaran pada semester II.

        “Jadi ekspektasinya di akhir tahun ini jauh membaik dari sisi buku, profit. Itu juga profit di semester I, tapi di semester II 2026 pick up jauh dilihat dari dua bulan terakhir ini, Juli-Agustus,” ujarnya.

        Baca Juga: Kiamat Gocap! 4 Saham Grup MNC Milik Hary Tanoe Ambruk hingga ARB

        Baca Juga: BEI Pelototi Gerak Saham VICI dan SMMT, Investor Diminta Waspada

        Baca Juga: BCA Diguncang Transaksi Rp621 Miliar! 100 Juta Saham Berpindah di Tengah Isu Haji Isam

        Bidik Pasar Menengah Atas

        Pendiri sekaligus Presiden Komisaris VICI Billy Hartono Salim mengatakan perseroan juga menjalankan sejumlah strategi efisiensi untuk menjaga kinerja dan memenuhi tanggung jawab kepada investor.

        Selain menekan biaya, VICI melakukan penyesuaian harga sejumlah produk pada Mei 2026, terutama produk yang menyasar segmen pasar menengah hingga atas.

        “Kita juga ada adjustment di harga kan di Mei. Kombinasi lah, jadi harga kita naikkan sedikit, efisiensi juga, cost kita tekan. Jadi ya ini lah namanya dinamika dalam bisnis seperti itu,” tutur Billy.

        Menurut dia, strategi tersebut dilakukan dengan memperbesar fokus pada segmen mid to up market yang dinilai tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga.

        “Strategi yang kita lakukan adalah kita mulai menyasar mid to up market, di mana ini tidak terlalu price sensitivity,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: