Kredit Foto: Ist
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tetap optimistis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029. Keyakinan itu disampaikan ketika wacana kenaikan parliamentary threshold kembali mencuat.
PSI saat ini masih berstatus sebagai partai nonparlemen. Karena itu, peluang partai tersebut untuk memperoleh kursi di DPR pada 2029 akan bergantung pada perolehan suara sekaligus aturan ambang batas yang nantinya berlaku.
Ketika ditanya mengenai peluang PSI masuk Senayan jika parliamentary threshold dinaikkan, Jokowi tidak menunjukkan keraguan. Ia justru memberikan jawaban singkat dan tegas.
"Optimis, optimis, optimis," ujar Jokowi saat ditanya mengenai peluang PSI menembus parlemen pada 2029, seperti dikutip dari detikJateng.
Menurut Jokowi, status PSI yang masih berada di luar parlemen seharusnya menjadi alasan bagi seluruh kader untuk bekerja lebih keras. Ia menekankan pentingnya upaya partai menghadapi persaingan menuju Pemilu 2029.
"Ya PSI ini kan masih non-parlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras," kata Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah munculnya wacana perubahan ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029. Sejumlah angka mulai dibicarakan, mulai dari 5 persen hingga 7 persen, meski pembahasan tersebut belum menjadi keputusan resmi di DPR.
Jokowi sendiri mengaku tidak mempermasalahkan berapa pun angka yang nantinya dipilih. Bahkan, ia membuka kemungkinan jika ambang batas parlemen ditetapkan lebih tinggi dari angka yang tengah ramai dibicarakan.
"Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke," ujar Jokowi saat ditemui di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (24/9/2026).
Ia kemudian menyerahkan sepenuhnya proses penentuan angka tersebut kepada DPR dan pemerintah. Jokowi menilai keputusan akhir mengenai ambang batas parlemen merupakan kewenangan pihak yang terlibat dalam pembahasan aturan Pemilu.
"Serahkan sajalah ke DPR, ke fraksi-fraksi yang ada di DPR, kepada pemerintah. Nanti kan yang memutuskan beliau-beliau," kata Jokowi.
Ia tidak menyebut satu angka tertentu sebagai pilihan. Menurut Jokowi, berapa pun angka yang nantinya diputuskan harus menjadi pilihan yang dianggap terbaik bagi negara.
Sikap tersebut membuat pernyataan Jokowi mengenai PSI menjadi sorotan. Di satu sisi, aturan ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029 belum ditetapkan, sementara di sisi lain Jokowi sudah menyatakan keyakinannya terhadap peluang PSI masuk ke Senayan.
Baca Juga: Bos SMRC Sebut Golkar Akan Mengusung Dedi Mulyadi di Pilpres, Bukan Keturunan Jokowi
Optimisme itu juga muncul setelah Jokowi secara terbuka menegaskan statusnya sebagai anggota PSI. Pada 26 September 2026, ia menunjukkan Kartu Tanda Anggota PSI dalam Rakorda DPD PSI Kota Bandung dan menyebut telah bergabung sejak 14 Oktober 2025.
Dalam agenda tersebut, Jokowi juga meminta kader PSI tidak menjadikan persoalan parliamentary threshold sebagai alasan untuk mengurangi kerja politik. Ia menekankan pentingnya struktur partai yang aktif serta kerja langsung di tengah masyarakat.
Dengan demikian, tantangan PSI menuju Pemilu 2029 bukan hanya soal berapa angka ambang batas parlemen yang nantinya ditetapkan. Partai tersebut juga harus membuktikan kemampuan meraih suara pemilih hingga memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sementara keputusan mengenai parliamentary threshold masih berada dalam proses politik, Jokowi memilih tidak memperdebatkan angkanya. Ia justru menempatkan kerja partai sebagai hal yang harus diprioritaskan PSI untuk menghadapi kontestasi 2029.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: