Gibran Kini Tersandung Polemik, Anies Awalnya Dinilai Lebih 'Berat' bagi Ganjar-Mahfud
Kredit Foto: Istana Kepresidenan
Mantan Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, mengungkap kalkulasi politik internal menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dalam pemetaan awal tim, Anies Baswedan disebut sebagai kandidat yang paling berat dihadapi Ganjar Pranowo dari sisi persaingan agenda dan kebijakan.
Hal tersebut disampaikan Andi dalam perbincangan bersama mantan Menko Polhukam Mahfud MD melalui program "Ruang Sahabat" di kanal YouTube Mahfud MD Official.
Andi mengatakan, pada tahap awal penyusunan strategi, tim pemenangan juga memetakan posisi Prabowo Subianto. Saat itu, kubu PDI Perjuangan memperkirakan persaingan antara Prabowo dan PDIP yang telah berlangsung pada Pilpres 2014 dan 2019 akan kembali berlanjut dalam kontestasi Ganjar.
Namun, hasil analisis internal menunjukkan ruang untuk menggunakan isu lama terhadap Prabowo semakin terbatas. Menurut Andi, citra Prabowo telah mengalami perubahan setelah menjadi bagian dari pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan.
"Pak Prabowo sudah habis image negatifnya dimainkan di 2014–2019. Tidak ada lagi yang bisa digali. Kekagetannya adalah ketika Pak Prabowo itu tidak lagi bisa diserang secara keras, tidak bisa lagi diserang misalnya tentang HAM, lalu tiba-tiba muncul avatar gemoy," papar Andi.
Kondisi tersebut membuat tim TPN tidak melihat Prabowo sebagai kandidat yang membutuhkan perubahan strategi kampanye secara radikal. Sebaliknya, Anies dinilai menghadirkan spektrum persaingan yang berbeda.
Menurut Andi, Anies memiliki potensi untuk memanfaatkan celah dari residu persaingan politik antara PDIP dan Prabowo. Selain itu, persaingan dengan Anies menuntut pertarungan yang lebih banyak menyentuh agenda dan kebijakan.
"Yang terberat kalau dari sisi persaingan spektrum, persaingan agenda, persaingan kebijakan adalah Anies," tegas Andi.
Baca Juga: Polemik 'Ijazah' Gibran Disebut Buka Jalan Keluar untuk Tekanan Pemerintahan Prabowo
Kalkulasi tersebut kemudian berubah setelah terjadi dinamika politik pada 2023. Majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden melalui perubahan syarat pencalonan yang diputuskan Mahkamah Konstitusi membuat peta persaingan Pilpres 2024 tidak lagi berjalan sesuai proyeksi awal tim Ganjar-Mahfud.
Perubahan itu kemudian menjadi bagian dari rangkaian dinamika politik yang mengubah strategi para kandidat menjelang Pilpres 2024.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: