Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        LRT Jakarta Telan Rp2,7 Triliun, Danantara Dihadapkan Proyek Minim Cuan

        LRT Jakarta Telan Rp2,7 Triliun, Danantara Dihadapkan Proyek Minim Cuan Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mengkaji dukungan pendanaan terhadap pengembangan LRT Jakarta. Usai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka-bukaan bahwa pengembangan proyek dari Manggarai menuju Dukuh Atas membutuhkan anggaran sekitar Rp2,7 triliun. 

        Pakar Transportasi sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai Danantara memang semustinya bisa ikut bantu membiayai pembangunan infrastruktur transportasi di daerah. Meskipun tidak ada jaminan keuntungan nominal yang bisa didapat.  

        "Kalau bicara angkutan umum sebenarnya enggak juga sih. Namun yang penting gimana pun tuh negara harus hadir. Angkutan-angkutan seluruh dunia itu enggak ada yang untung kok, tapi masyarakatnya diuntungkan," kata Djoko kepada Warta Ekonomi, Senin (28/9/2026).

        Di sisi lain, Djoko membeberkan sejumlah potensi keuntungan di luar bisnis yang bisa didapat lewat pembiayaan LRT Jakarta. Khususnya dalam mendorong penggunaan transportasi massal demi mengurai kepadatan lalu lintas jalanan. 

        "Untung secara langsung finansial enggak, tapi keuntungannya tidak langsung. Bisa penghematan, bisa polusi, bisa kurangi angka kecelakaan. Pemanfaatan lainnya yang diuntungkan," ungkap dia. 

        Baca Juga: Danantara Ikut Danai LRT Jakarta, Beban APBD DKI Bisa Berkurang

        Baca Juga: Danantara Turun Tangan Atasi Dana Pensiun BUMN yang Bermasalah

        Baca Juga: Danantara Bakal Kuasai 40% Saham BEI, OJK: Belum Ada Pengajuan Resmi

        Lebih lanjut, Djoko pun tidak mempermasalahkan jika nantinya LRT Jakarta dan LRT Jabodebek dioperasikan oleh dua entitas yang berbeda meskipun saling terintegrasi. Seperti diketahui, LRT Jakarta dikelola oleh anak usaha PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, sementara LRT Jabodebek digawangi oleh PT KAI (Persero). 

        Yang terpenting, ia menekankan bahwa Jakpro dan KAI bisa mengintegrasikan sistem pembayaran. 

        "Tinggal nanti integrasi pembayaran. Sementara ini kan tarif integrasi itu baru Jakarta aja ya, LRT Jakarta, MRT Jakarta, Transjakarta. Nanti memang sedang dilakukan dengan KRL (Commuter Line), dengan LRT Jabodebek," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: