Kredit Foto: Istimewa
Seorang guru di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meminta petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih dulu mencicipi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada para siswa.
Permintaan tersebut muncul sebagai langkah antisipasi setelah mencuatnya sejumlah kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan konsumsi makanan MBG. Pihak sekolah ingin memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Para Pakar Soroti Gagal Bayar Program MBG dan KDMP
Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Indah Allatief pada Kamis (24/9/2026). Dalam rekaman tersebut, dua petugas pengantar MBG terlihat mencicipi salah satu menu yang disiapkan, yakni ayam galantin.
Guru yang berada di lokasi menjelaskan bahwa prosedur tersebut dilakukan demi memastikan kualitas makanan sebelum sampai ke tangan para siswa. Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak bersedia menjadi pihak yang lebih dulu mencicipi makanan tersebut.
"Kalau kamu kejang-kejang, bawa pulang MBG-nya, enggak usah dibagi di sini," ujar guru tersebut dalam video, dikutip Selasa (29/9).
Tak lama kemudian, guru tersebut menyoroti salah satu petugas SPPG yang tampak ragu saat menyantap makanan. Dengan nada bercanda, ia mempertanyakan apakah petugas itu khawatir mengalami keracunan.
"Sampean kok koyok mamang maem e, sampean wedi keracunan? (Kamu kok kelihatan ragu makannya, kamu takut keracunan?)" tanyanya.
Mendengar pertanyaan tersebut, pegawai SPPG itu justru merespons dengan candaan.
Candaan itu disambut tawa oleh petugas SPPG tersebut. Sambil tersenyum, ia bahkan melontarkan permintaan bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Pak Prabowo, tolongi, Pak Prabowo," ucap pegawai SPPG tersebut.
Video itu kemudian ramai beredar di media sosial dan memicu berbagai respons publik.
Dalam unggahan lain, guru yang sama juga memperlihatkan kondisi sejumlah menu MBG yang tidak dihabiskan para siswa. Situasi tersebut terjadi di tengah sorotan terhadap kasus dugaan keracunan makanan MBG di Kabupaten Batang.
Baca Juga: Satgas MBG Jateng Keluhkan Minim Kewenangan, Tak Bisa Tindak SPPG Penyebab Keracunan
Pada insiden tersebut, ratusan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Hingga kini, penyebab pasti kejadian itu masih dalam proses penyelidikan.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Evaluasi tersebut mencakup proses pengolahan makanan, standar keamanan pangan, kebersihan, penyimpanan, hingga distribusi kepada para penerima manfaat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya