Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Masih Terancam Ambruk, Waspadai Level 6.070

        IHSG Masih Terancam Ambruk, Waspadai Level 6.070 Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (29/9/2026). IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan setelah pada perdagangan Senin (28/9/2026) ditutup terkoreksi 1,51% ke level 6.147,85.

        Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut, meski indeks memiliki peluang mengalami rebound terbatas.

        "IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan, dengan potensi sedikit rebound ke 6.180-6.200," ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (29/9/2026).

        Tekanan IHSG juga diikuti aksi jual investor asing. Fanny mencatat asing membukukan net sell sekitar Rp260 miliar. Sejumlah saham yang paling banyak dilepas asing antara lain Bank Mandiri (BMRI), Telkom Indonesia (TLKM), Timah (TINS), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Vale Indonesia (INCO).

        Secara teknikal, area support IHSG berada di level 6.070-6.100. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 6.180-6.200.

        Di tengah tekanan pasar, Fanny merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni BUMI, DSSA, INET, SRSN, BUVA, dan MNCN.

        Untuk BUMI, strategi yang disarankan adalah buy on weakness pada area Rp178-Rp180, dengan batas cut loss di bawah Rp177. Target terdekat berada di Rp183-Rp185.

        DSSA juga direkomendasikan dengan strategi buy on weakness di kisaran Rp1.030-Rp1.055. Batas cut loss berada di bawah Rp1.015, sedangkan target terdekat Rp1.075-Rp1.100.

        Baca Juga: IHSG Terancam Jebol 6.000, Harga Minyak dan Rupiah Jadi Biang Tekanan

        Baca Juga: IHSG Ambruk 1,51%, BEI Bantah Aturan Rp1 Jadi Biang Kerok

        Baca Juga: Kiamat Gocap! 4 Saham Grup MNC Milik Hary Tanoe Ambruk hingga ARB

        Selanjutnya, INET masuk radar buy on weakness pada area Rp280-Rp286. Batas cut loss ditetapkan di bawah Rp280, dengan target Rp292-Rp300.

        Untuk SRSN, strategi yang diberikan adalah speculative buy pada kisaran Rp114-Rp116. Batas cut loss berada di bawah Rp111, dengan target Rp119-Rp122.

        BUVA juga masuk dalam daftar speculative buy pada area Rp580-Rp600. Batas cut loss berada di bawah Rp580, sementara target terdekat berada di Rp620-Rp640.

        Adapun MNCN direkomendasikan dengan strategi speculative buy pada kisaran Rp115-Rp118. Batas cut loss berada di bawah Rp113, dengan target harga Rp122-Rp127.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: