Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi, Ahok, dan Anies Disebut 'Anak Macan' yang Gigit Prabowo, Pengamat: Secara Politik Enggak Tahu Diri!

        Jokowi, Ahok, dan Anies Disebut 'Anak Macan' yang Gigit Prabowo, Pengamat: Secara Politik Enggak Tahu Diri! Kredit Foto: BPMI / Muchlis Jr
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Dr. Selamat Ginting, menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Anies Baswedan, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merupakan "anak macan" yang pernah dibesarkan secara politik oleh Presiden Prabowo Subianto, tetapi kemudian berbalik menjadi lawan politiknya.

        Belajar dari pengalaman tersebut, Ginting menilai Prabowo kini kemungkinan memandang Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai sosok yang berpotensi mengikuti pola serupa di masa depan.

        Baca Juga: Gibran Diprediksi Tak Ikut Pilpres 2029, Nama Anies dan KDM Ikut Terseret

        Penilaian itu didasarkan pada tingginya elektabilitas Dedi Mulyadi. Sejumlah pengamat politik juga menilai KDM berpotensi meninggalkan Partai Gerindra dan bahkan berhadapan langsung dengan Prabowo pada Pilpres 2029.

        "Ya ini betul-betul bagi Prabowo barangkali ya KDM seperti anak macan yang kelak akan bisa menggigit Prabowo," ujar Ginting dalam YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (29/9).

        "Prabowo kan sudah belajar dari kasus siapa, kasus Ahok, kasus Jokowi kan memelihara anak macan akhirnya kemudian Prabowo justru digigit oleh Jokowi 'Anak-anak macan; ini secara politik kan enggak tahu diri," lanjutnya.

        Ginting juga menyinggung hubungan politik Prabowo dengan Anies dan Jokowi yang pada akhirnya berubah menjadi lawan politik di kontestasi nasional.

        "Anies berhadapan dengan Prabowo Kemudian di Pilpres 2024, Prabowo berhadapan dengan Jokowi di dua Pilpres. Nah ini juga orang-orang yang dipelihara yang dibiayai Prabowo malah menggigit Prabowo, termasuk Ahok itu kan yang di diusulkan oleh Prabowo," imbuhnya.

        Menurutnya, pengalaman tersebut membuat Prabowo harus lebih berhati-hati dalam menentukan posisi politik Dedi Mulyadi ke depan.

        "Jadi Prabowo ini saya kira pernah menjadi tiga korban dari semuanya itu. Nah sehingga apakah Prabowo akan empat kali digigit oleh anak macan peliharaannya sehingga dia harus hati-hati sekali di dalam menentukan posisi KDM," tandasnya.

        Sebagai informasi, pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Prabowo bersama PDIP mengusung pasangan Jokowi dan Ahok. Keduanya kemudian terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

        Namun, pada 10 September 2014, Ahok secara resmi menyatakan keluar dari Partai Gerindra menjelang dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai Presiden RI.

        Baca Juga: Dian Sandi Yakin Gibran Tak Akan Didiskualifikasi MK, Singgung Nama Prabowo

        Sementara itu, Prabowo dan Jokowi kemudian berhadapan sebagai rival dalam Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Dalam kedua kontestasi tersebut, Prabowo kalah dari mantan Wali Kota Solo tersebut.

        Di sisi lain, Anies juga dinilai mendapat dukungan politik dari Prabowo saat maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Setelah menjabat Gubernur DKI Jakarta hingga 2022, Anies kemudian menjadi salah satu lawan Prabowo dalam Pilpres 2024.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: