Kredit Foto: Instagram/Sufmi Dasco Ahmad
Temuan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menjadi sorotan. Komisi XIII DPR RI akan turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan temuan dengan data yang disampaikan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Komisi XIII sebelumnya telah menggelar rapat dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk membahas berbagai temuan di Lapas Cibinong.
Menurut Dasco, kunjungan lapangan diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan pemerintah dan kondisi sebenarnya di Lapas Cibinong.
“Masalah yang ada di Lapas itu kami sudah mendapatkan juga informasi dari Komisi XIII, bahwa mereka ingin mencocokkan antara data-data yang diberikan pada saat rapat dengan fakta-fakta di lapangan,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Pimpinan DPR pun telah memberikan persetujuan kepada Komisi XIII untuk melakukan kunjungan langsung ke Lapas Cibinong. Pemeriksaan tersebut juga diharapkan dapat mengungkap apabila terdapat hal-hal yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat.
“Nah, oleh karena itu kami dari pimpinan DPR sudah juga memberikan persetujuan untuk Komisi XIII berkunjung ke Lapas Cibinong untuk mengecek fakta, data, serta kemudian kalau perlu mengungkap hal-hal yang mencederai rasa keadilan di masyarakat,” kata Dasco.
Temuan Fasilitas Mewah
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengungkap hasil pemeriksaan sementara atas sejumlah barang yang ditemukan Ombudsman di Lapas Cibinong.
Mashudi mengatakan, televisi, sofa, springbed, perabotan rumah tangga hingga sebuah kulkas yang berisi tiga botol wiski dan satu botol bir disebut merupakan barang pribadi milik Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Lapas Cibinong.
“Berdasarkan pemeriksaan sementara, TV, perabotan rumah tangga, sofa, springbed, kulkas berisi tiga botol wiski dan satu botol bir merupakan barang pribadi milik Kasi Kamtib,” ujar Mashudi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XIII DPR RI, Senin (28/9/2026).
Sementara itu, temuan bingkai foto terpidana kasus korupsi Jimmy Masrin di kawasan tersebut juga mendapat penjelasan. Mashudi menyebut bingkai foto itu bukan bukti kepemilikan fasilitas, melainkan barang yang sebelumnya diamankan dalam razia keamanan.
“Bingkai foto atas nama warga binaan Jimmy Masrin merupakan barang yang sebelumnya diamankan dalam razia keamanan,” katanya.
Baca Juga: Terbongkar! 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Ternyata Koruptor Kasus Timah!
Baca Juga: Persoalan Lapas Cibinong Berbuntut Panjang, KPK Ikut Turun Tangan
Baca Juga: Ada Bingkai Foto Koruptor di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Alasannya Bikin Bingung
Mashudi juga membantah adanya jalur khusus atau “jalur tikus” di area Lapas Cibinong. Berdasarkan pemeriksaan sementara, area tersebut dikelilingi aliran Sungai Ciliwung dan tidak ditemukan jalur khusus untuk keluar-masuk.
Temuan area yang disebut sebagai simulator golf juga telah diklarifikasi. Menurut Mashudi, area tersebut sebenarnya tengah dipersiapkan untuk dijadikan loker.
Adapun bangunan menyerupai kontainer di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) disebut merupakan kantor operasional kegiatan penggemukan sapi. Bangunan tersebut, menurut Mashudi, dibangun menggunakan anggaran APBN 2026.
Namun, persoalan administrasi aset masih menjadi perhatian. Dari total 16 rumah dinas yang terdapat di lokasi, sebanyak 13 bangunan belum tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).
Status administrasi, aset, serta pemanfaatan bangunan-bangunan tersebut masih dalam proses pendalaman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan