Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ESDM Sebut 95% RKAB Batu Bara Sudah Terbit

        ESDM Sebut 95% RKAB Batu Bara Sudah Terbit Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, memastikan sekitar 95% Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang batubara telah diterbitkan.

        Pernyataan tersebut disampaikan Tri merespons ramainya pembahasan mengenai kendala ketahanan energi akibat pengaturan kuota produksi batubara di Indonesia.

        "Kan RKAB nggak ada masalah. RKAB masalahnya apa?' 95% RKAB keluar, berarti loh (tinggal) 5%" ujar Tri di sela rangkaian kegiatan Hari Pertambangan dan Energi 2026, yakni ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).

        Kementerian ESDM sebelumnya menetapkan RKAB batubara 2026 sebesar 600 juta ton. Namun, pemerintah kemudian melakukan penyesuaian target produksi seiring perkembangan harga batubara dan kebutuhan pemenuhan pasokan untuk ketahanan energi.

        Tri menyebut produksi batubara 2026 diperkirakan berada di kisaran 720 juta ton.

        "Ya, in between lah," kata Tri.

        Perkiraan tersebut mengacu pada realisasi produksi hingga Juli 2026 yang telah mencapai 423 juta metrik ton (mt). Dengan rata-rata produksi sekitar 60 juta mt per bulan, pemerintah memperkirakan total produksi tahunan berada di kisaran 720 juta ton.

        Baca Juga: RKAB 2026 Belum Beres, Ini Risiko bagi Emiten Jasa Pertambangan

        Baca Juga: RKAB Terbit, Saham BYAN Melonjak 20% ke Rp13.825

        "Kalikan saja, misalnya 60 [juta metrik ton] kali 12 [bulan], ya 720 juta ton. Kira-kira forecast-nya, ini forecast," ujar Tri saat ditemui awak media di Jakarta, Kamis (11/9/2026).

        Meski mengalami peningkatan dari target awal, proyeksi produksi batubara 2026 masih berada di bawah realisasi produksi 2025 yang mencapai sekitar 817 juta mt.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: