AFPI Pilih Ketum Baru, OJK Tekankan Rekam Jejak hingga Integritas
Kredit Foto: Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya rekam jejak, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi dengan pemangku kepentingan bagi calon Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) periode 2026–2029.
Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Jasmi menyampaikan kriteria tersebut menjelang pemilihan Ketua Umum AFPI yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026.
"Selain itu, dia juga harus memiliki leadership yang kuat dan mampu berkomunikasi secara baik dengan stakeholder," kata Jasmi saat dihubungi, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Menurut Jasmi, pimpinan baru AFPI juga perlu mampu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat dan mengembangkan industri pinjaman daring (pindar).
OJK berharap kepemimpinan baru dapat mendukung terwujudnya industri pindar yang sehat, efisien, dan berintegritas, sekaligus memperkuat perlindungan nasabah dan masyarakat.
Di sisi lain, industri pindar juga memiliki peran sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi masyarakat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta bagian dari ekosistem sistem keuangan.
Dalam pemilihan periode 2026–2029, terdapat tiga nama yang masuk dalam bursa kandidat Ketua Umum AFPI, yakni Kuseryansyah yang saat ini menjabat Kepala Bidang Humas AFPI, Ronald T. Andy Kasim selaku Sekretaris Jenderal AFPI, dan Marcella Wijayanti yang menjabat Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI.
Kuseryansyah dan Ronald memiliki pengalaman dalam struktur organisasi AFPI. Kuseryansyah pernah menjabat Direktur Eksekutif AFPI pada 2019–2023 dan Ketua Harian AFPI pada periode 2020–2023. Saat ini, ia tercatat sebagai Kepala Bidang Humas AFPI. Profil LinkedIn AFPI juga mencatat Kuseryansyah sebagai Executive Director pada 2019–2023 dan pengurus bidang hubungan masyarakat pada 2023–2026.
Nama Kuseryansyah sebelumnya juga muncul dalam proses hukum terkait industri fintech. Pada Juli 2026, ia bersama Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar diperiksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebagai saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyaluran kredit melalui KoinWorks.
Kuseryansyah menyatakan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan peran AFPI sebagai asosiasi terhadap anggotanya.
Perkara KoinWorks sendiri telah berkembang dengan penetapan sejumlah tersangka oleh Kejati DKI Jakarta. Penyidik menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyaluran kredit sekitar Rp600 miliar melalui KoinWorks.
Baca Juga: AFPI Ungkap Pindar Kini Jadi Bantalan Ekonomi Rumah Tangga
Baca Juga: Utang Pinjol Masyarakat Menggunung, AFPI Putar Otak Guna Cegah Nasabah Gali Lubang Tutup Lubang
Baca Juga: Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105,63 Triliun, AFPI Peringatkan Risiko Gagal Bayar Makin Besar
Sementara itu, Ronald T. Andy Kasim saat ini menjabat Sekretaris Jenderal AFPI. Ia juga disebut dipercaya memimpin satuan kerja yang menangani penyelenggara pindar bermasalah setelah memperoleh persetujuan OJK.
Jika ditilik dari laman LinkedIn, ia juga tengah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) di PT Kredit Pintar Indonesia sejak November 2023 dan Chairman di CBI Credit Bureau Indonesia sejak November 2021.
Diketahui bahwa ia memiliki pengalaman hampir 30 tahun di dunia manajemen risiko, perbankan, dan pasar modal. Sebelum bergabung di Kredit Pintar, Ronny menjabat berbagai posisi kunci di beberapa perusahaan yang berlokasi di Indonesia, Amerika Serikat, Perancis, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Pria yang kerap disapa Ronny itu juga diketahui mendapatkan gelar BSBA in Finance dan MBA dari Creighton University di Amerika Serikat serta gelar Doktor Kepemimpinan & Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada. Bahkan juga mempunyai sertifikasi CFA.
Adapun Marcella Wijayanti memiliki posisi di bidang edukasi, literasi, dan riset AFPI.
Saat ini, Marcella menjabat sebagai Direktur Utama PT Mapan Global Reksa (Findaya) melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 26 Juni 2025. Sebelumnya, ia menjajaki karier sebagai Head of Public Policy pada Oktober 2022 dan Head of Compliance pada Agustus 2023 pada perusahaan yang sama.
Dari sisi pendidikannya, Marcella meraih gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 2010 dan menyabet gelar S2-nya di University College London di tahun 2016.
Kurang lebih sudah 7 tahun Marcella memiliki pengalaman di industri keuangan yakni dengan menjabat posisi penting di Perusahaan GoPay dan Link Aja. Sebelumnya, Marcella bekerja pada kantor Staf Presiden Republik Indonesia sebagai Economic Policy Advisor – Tenaga Ahli Madya.
Pergantian kepemimpinan AFPI berlangsung di tengah kebutuhan penguatan tata kelola industri pindar, termasuk perlindungan konsumen dan pengelolaan risiko. AFPI sendiri merupakan asosiasi yang ditunjuk OJK untuk menaungi industri fintech peer-to-peer lending di Indonesia.
Dengan demikian, pemilihan Ketua Umum periode 2026–2029 akan menentukan arah organisasi dalam menjalankan fungsi asosiasi sekaligus berkoordinasi dengan regulator dan pelaku industri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri