Kredit Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
Sikap kelompok oposisi dan kritikus pemerintah terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai menunjukkan perbedaan dalam dinamika politik nasional.
Di tengah kritik terhadap pemerintahan, sorotan dan gugatan hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kualifikasi serta keabsahan posisi wakil presiden lebih banyak diarahkan kepada Gibran. Fenomena tersebut kemudian menjadi perhatian dalam analisis politik mengenai hubungan Prabowo dan Gibran.
Jurnalis senior Bambang Harymurti menilai perbedaan tersebut berkaitan dengan kalkulasi politik kelompok yang tidak puas terhadap hasil kontestasi politik sebelumnya. Menurutnya, resistensi dari sebagian pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sejak awal lebih banyak diarahkan kepada sosok Gibran dibandingkan Prabowo.
"Bagi para pendukung dan elemen oposisi, mereka sejatinya jauh lebih memusuhi Gibran ketimbang Prabowo. Ada anggapan bahwa masuknya Gibran dipengaruhi oleh campur tangan kekuasaan rezim terdahulu yang dianggap merusak norma etika demokrasi. Karena itu, tekanan dan serangan politik lebih dikonsentrasikan ke arah wakil presiden," ulas Bambang Harymurti di channel Youtube Sinkos Indonesia yang tayang pada 30/9/2026.
Bambang juga menyebut persoalan kualifikasi dan keabsahan posisi wakil presiden yang sedang bergulir di MK menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan kelompok kritis melalui jalur hukum. Dalam pandangannya, isu tersebut dinilai lebih memungkinkan untuk menjadi sasaran tekanan politik dibandingkan langsung menyasar posisi presiden.
Baca Juga: Potensi Lanjut 2029, Pendukung Anies dan Ganjar Disebut 'Dipersatukan' Berkat Isu Gibran
Sementara itu, jurnalis Idam Ansari menilai perbedaan sorotan tersebut juga berkaitan dengan persepsi publik, khususnya generasi muda atau Gen Z, terhadap Gibran. Ia menyebut rekam jejak digital dan sejumlah kontroversi yang dikaitkan dengan Gibran turut memengaruhi persepsi terhadap figur wakil presiden tersebut.
Dinamika itu membuat posisi Gibran terus menjadi salah satu titik perhatian dalam perdebatan politik nasional. Tekanan yang diarahkan kepada wakil presiden sekaligus menjadi bagian dari dinamika politik yang melibatkan kelompok oposisi dan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: