Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Potensi Lanjut 2029, Pendukung Anies dan Ganjar Disebut 'Dipersatukan' Berkat Isu Gibran

Potensi Lanjut 2029, Pendukung Anies dan Ganjar Disebut 'Dipersatukan' Berkat Isu Gibran Kredit Foto: Istana Kepresidenan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dinamika gugatan terkait kualifikasi dan keabsahan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK) disebut mulai memperlihatkan pertemuan kepentingan di antara kelompok pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Meski belum disebut ada gugatan formal yang diajukan langsung oleh pimpinan partai oposisi, pergerakan sejumlah pendukung dan elemen intelektual dari kedua basis tersebut dinilai mulai mengarah pada isu yang sama, yakni persoalan kualifikasi Gibran.

Jurnalis senior Bambang Harymurti melihat perkembangan tersebut sebagai titik temu antara kelompok yang sebelumnya berseberangan dalam Pilpres 2024. Menurutnya, posisi Gibran menjadi isu yang dapat mempertemukan kedua kelompok tersebut dalam satu narasi politik.

"Bagi pendukung Anies maupun Ganjar, naiknya Gibran sejak awal menyisakan resistensi tajam. Kedua kelompok ini secara alami memiliki tingkat ketidaksukaan yang jauh lebih tinggi terhadap keberadaan Gibran dibandingkan terhadap figur Presiden Prabowo," ulas Bambang Harymurti di channel Youtube Sinkos Indonesia yang tayang pada 30/9/2026.

Bambang juga menilai keterlibatan pendukung kedua kubu melalui jalur hukum menunjukkan adanya upaya untuk melihat sejauh mana dukungan terhadap isu tersebut dapat berkembang. Ia menyebut proses itu sebagai bentuk tes ombak atau test the water.

Menurut analisis tersebut, apabila dukungan dari kelompok di luar struktur partai terus berkembang, persidangan di MK dapat menjadi salah satu ruang bertemunya berbagai kepentingan politik. Namun, perkembangan tersebut masih bergantung pada proses hukum dan konsolidasi masing-masing kelompok.

Baca Juga: Prabowo Pilih Diam soal Gugatan Gibran di MK, Disebut Mengamati Arah Angin

Di sisi lain, dinamika tersebut juga disebut menjadi perhatian di lingkungan pemerintahan. Pihak Istana dalam uraian tersebut disebut memilih memantau perkembangan tanpa memberikan respons terbuka, sembari menjaga soliditas koalisi pemerintahan.

Perkembangan gugatan mengenai kualifikasi Gibran pun tidak hanya menjadi persoalan hukum di MK, tetapi juga ikut menjadi bagian dari dinamika politik di antara kelompok-kelompok yang sebelumnya berada di kubu berbeda dalam Pilpres 2024.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat