Penyaluran KUR Bank Mandiri di Jawa Barat Tembus Rp4,45 Triliun, Jangkau 31.987 UMKM
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri di Jawa Barat mencapai Rp4,45 triliun hingga 31 Agustus 2026. Pembiayaan tersebut telah menjangkau 31.987 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Jawa Barat.
Besarnya penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, khususnya usaha yang bergerak di sektor produktif. Pembiayaan diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah.
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat, Adityo Wicaksono, mengatakan penyaluran KUR diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor produksi. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha.
“Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan usaha pada sektor produksi berperan penting terhadap aktivitas perekonomian nasional. Ketika UMKM khususnya pada sektor produksi bertumbuh, maka terdapat peluang bagi pemerataan tingkat kesempatan kerja, peningkatan rasio nilai tambah, serta keberlangsungan ketahanan pangan sebagai bagian dari program strategis nasional,” ujar Adit, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, penyaluran KUR pada sektor produksi menjadi salah satu upaya agar pembiayaan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Secara nasional, Bank Mandiri mencatat realisasi penyaluran KUR mencapai Rp29,53 triliun sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka tersebut setara dengan 72,03 persen dari target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp41 triliun.
Penyaluran tersebut telah menjangkau 223.284 debitur UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Dari total realisasi itu, sebesar Rp19,04 triliun atau 64,48 persen mengalir ke sektor produksi, sedangkan Rp10,48 triliun atau 35,52 persen disalurkan ke sektor nonproduksi.
Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai penyaluran Rp9,84 triliun atau 33,32 persen dari total KUR. Berikutnya sektor jasa produksi mencapai Rp6,47 triliun atau 21,92 persen, sementara industri pengolahan memperoleh Rp2,28 triliun atau 7,75 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan porsi pembiayaan yang cukup besar diarahkan kepada sektor yang berkaitan dengan aktivitas produksi, penciptaan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan ketahanan pangan.
Di sisi kualitas kredit, Bank Mandiri menyebut rasio non-performing loan (NPL) KUR hingga 31 Agustus 2026 masih berada di bawah 1 persen. Perseroan juga terus memperluas penyaluran kepada pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh fasilitas KUR.
Secara historis, sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan KUR sebesar Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur.
Khusus sepanjang 2026, jumlah debitur baru yang telah memperoleh KUR mencapai 157.839 debitur. Capaian tersebut setara 71,75 persen dari target debitur baru tahun ini sebanyak 220.000 debitur.
Baca Juga: Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp29,53 Triliun per Agustus 2026, 223 Ribu UMKM Sudah Kebagian
Baca Juga: PTBA Tambah Utang Jumbo Rp6 Triliun dari BRI dan Mandiri
Adit mengatakan perluasan akses pembiayaan tetap menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri mendukung perkembangan UMKM dan inklusi keuangan.
“Bagi Bank Mandiri, pertumbuhan memiliki makna ketika dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang. Kami ingin hadir melayani sepenuh hati, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga dengan membangun sinergi ekosistem agar pelaku usaha memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian,” katanya.
Memasuki usia ke-28 tahun, Bank Mandiri menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pelaku ekosistem usaha untuk memperluas pembiayaan produktif. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung sektor strategis, memperkuat rantai pasok, serta memperluas manfaat pembiayaan bagi pelaku UMKM dan masyarakat di berbagai daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: