Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Suyudi Ario Seto Bukan Orang Sembarangan, Ini Rekam Jejaknya Sampai Ditunjuk Prabowo

        Suyudi Ario Seto Bukan Orang Sembarangan, Ini Rekam Jejaknya Sampai Ditunjuk Prabowo Kredit Foto: BNN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bukan nama baru dalam jajaran kepemimpinan Polri. Sebelum dipercaya presiden sebagai japolri, ia telah menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan kepolisian dan pemerintahan dari Prabowo Subianto.

        Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menilai polisi itu layak mendapatkan kepercayaan untuk memimpin institusi Bhayangkara.

        Baca Juga: 2.000 Pertanyaan Jadi Modal Dokter Tifa Kuliti Perkara Seputar Ijazah Jokowi

        Suyudi menurutnya memiliki pengalaman kepemimpinan yang cukup panjang. Ia menyoroti sejumlah jabatan yang pernah diemban Suyudi. Hal itu mulai dari Kapolres Jakarta Pusat, Kapolda Banten hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

        "Menurut catatan saya, semua jabatan yang beliau pegang dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai contoh, antara lain, mulai jabatan Kapolres Jakarta Pusat, Kapolda Banten hingga kepala BNN, ia jalankan tugasnya dengan profesional dan penuh tanggung jawab," jelas Emrus, Senin (1/10/2026).

        Bagi Emrus, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Suyudi bukan perwira yang tiba-tiba muncul untuk menduduki posisi tertinggi di kepolisian. Berbagai jabatan yang telah dilalui menjadi bagian dari rekam jejak kepemimpinannya.

        Suyudi menurutnya adalah perwira yang berprestasi. Perjalanan karier hingga mencapai pangkat jenderal bintang tiga bukanlah sesuatu yang dapat dicapai oleh semua perwira.

        "Dia orang tegas tetapi tidak sosok yang suka menonjolkan diri. Ia bukan pemimpin pencitraan. Ia pemimpin yang mengedepankan output/kinerja profesional," tegas Emrus.

        Selain pengalaman struktural, kemampuan komunikasi publik polisi itu juga mendapat perhatian. Emrus menilai kapolri mesti bukan sosok yang menutup diri terhadap kritik.

        Menurut dia, kritik masyarakat justru dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mengetahui persoalan yang perlu dibenahi di dalam institusi.

        "Komjen Pol Suyudi Ario Seto ini good communicator. Ia menempatkan kritik publik sebagai early warning system (sistem peringatan dini) untuk perbaikan ke dalam institusi yang ia pimpin," kata Emrus.

        Pandangan tersebut menjadi penting karena posisi Kapolri tidak hanya menuntut kemampuan mengelola organisasi internal, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.

        Suyudi menurutnya juga selama memimpin unit-unit kepolisian mendapatkan dukungan dari bawahannya.

        "Saya mendapat informasi, ketika memimpin unit di kepolisian, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto selalu mendapat dukungan dalam bentuk kinerja dari semua bawahannya," ucapnya.

        Terbaru, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui penunjukkan dari Komjen Suyudi Ario Seto. Ia telah dipercaya untuk menjadi kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

        Persetujuan Komjen Suyudi Ario Seto Kapolri diawali dengan pembacaan hasil fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi III DPR. Berdasarkan hasil fit and proper test, mereka menyetujui Komjen Suyudi Ario Seto.

        Baca Juga: Denny Indrayana vs Gibran Berlanjut: Gugatan Berujung Pemakzulan Jadi Ranah Menarik untuk MK

        "Komisi III DPR RI telah secara aklamasi, menyepakati dan menyetujui beliau untuk menjadi kapolri dan memberhentikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo," kata Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: