Kredit Foto: Ist
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan sinyal serius untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia bahkan tidak menutup kemungkinan menjalankan peran lebih besar di dalam partai.
Jokowi mengatakan dirinya sudah memiliki kartu tanda anggota dari PSI. Menurutnya, keputusan untuk bergabung bukan sekadar langkah simbolis, melainkan menunjukkan adanya komitmen untuk ikut memperkuat partai.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pengamat: Kedekatan Personal Itu Tak Terhindarkan...
“Menunjukkan bahwa saya sangat serius untuk membesarkan PSI,” jelas Jokowi, Kamis (1/10/2026).
Jokowi juga menjelaskan mengenai momen ketika dirinya memperlihatkan kartu anggota itu di sejumlah daerah. Menurutnya, tidak ada alasan politik khusus di balik pemilihan lokasi tersebut.
Ia mengatakan momentum tersebut terjadi secara kebetulan dan tidak perlu dikaitkan dengan pertimbangan tertentu.
“Bahwa itu saya tunjukkan di Nusa Tenggara Timur, Kota Bandung. Tempat lain itu urusan momentum saja,” jelasnya.
Adapun Jokowi menegaskan bahwa kemunculannya dalam sejumlah kegiatan partai tersebut bukan berarti setiap lokasi memiliki pesan politik tersendiri. Baginya, kesempatan untuk memperlihatkan status sebagai kader lebih berkaitan dengan momentum kegiatan yang dihadirinya.
Jokowi juga menanggapi dorongan dari sejumlah relawan agar dirinya menduduki posisi ketua umum partai. Namun, ia tidak secara langsung menyatakan akan mengambil posisi tersebut. Ia memilih menyerahkan persoalan jabatan ke PSI.
Menurut Jokowi, setiap posisi strategis dalam organisasi politik memiliki prosedur tersendiri. Karena itu, keinginan atau dorongan dari relawan tidak serta-merta membuat seseorang dapat menduduki jabatan tertentu.
“Di PSI ada mekanisme partai yang harus dilalui. Semua harus lewat mekanisme partai,” terangnya.
Jokowi menjelaskan, mekanisme untuk menjadi ketua umum berbeda dengan mekanisme untuk menduduki posisi lainnya di dalam partai.
Baca Juga: Update Isu Gugatan Denny Indrayana: Tak Sekadar Gibran, Yang Terimbas Juga Prabowo Sendiri
“Ya terserah pada partai. Di partai ada mekanisme untuk jadi ketua umum, kongres, untuk menjadi ketua dewan pembina ada mekanismenya lagi,” lanjutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: