Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Naik 5 Persen, Angkutan BBM dan BBK via Kereta Tembus 2,1 Juta Ton hingga Agustus 2026

        Naik 5 Persen, Angkutan BBM dan BBK via Kereta Tembus 2,1 Juta Ton hingga Agustus 2026 Kredit Foto: Antara/Siswowidodo
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat perannya dalam ekosistem logistik energi nasional melalui layanan pra dan purna angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK).

        Hingga Agustus 2026, layanan tersebut telah melayani angkutan mencapai 2,1 juta ton. Capaian tersebut lebih tinggi 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 atau sekitar 2 juta ton. Sementara, memasuki semester II 2026, layanan pra dan purna angkutan BBM semakin tumbuh dan menguat dengan capaian lebih dari 10% dibandingkan rata-rata kinerja semester I 2026. 

        Ferdian Pardosi, VP of Commercial KAI Logistik, mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja layanan pra dan purna BBM/BBK menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan penunjang logistik energi terus terjaga.

        "Bagi kami, pra dan purna bukan sekadar aktivitas pendukung, tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rantai pasok energi. Dengan layanan yang terstandarisasi dan tersebar di berbagai titik di Jawa dan Sumatra, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan distribusi BBM/BBK sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya yang dikutip di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

        Diluncurkan pada 2020, layanan pra dan purna angkutan BBM/BBK kini telah menjadi bagian penting dalam rantai pasok energi nasional. Layanan ini mencakup berbagai kegiatan operasional utama, mulai dari bongkar dan muat, pemeliharaan dan perawatan ketel, pencucian dan kalibrasi ketel, pemuatan dan pembongkaran, hingga penanganan klaim susut.

        Saat ini, layanan pra dan purna BBM/BBK tersedia di 10 rute distribusi yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra, antara lain Labuan, Kertapati, Maos, Cilacap, Rewulu, Madiun, Benteng, hingga Malang. Kehadiran layanan pada berbagai titik tersebut memungkinkan KAI Logistik mendukung kebutuhan distribusi energi secara lebih terintegrasi, khususnya pada titik-titik yang memiliki peran penting dalam rantai pasok BBM dan BBK.

        Baca Juga: Siap-siap, Harga BBM Non Subsidi Bakal Kembali Disesuaikan

        Baca Juga: Jelang Penerapan Zero ODOL, KAI Logistik Perkuat Angkutan Kontainer

        KAI Logistik memastikan bahwa aktivitas layanan pra dan purna juga turut berperan dalam menjaga kualitas, keamanan, dan akurasi distribusi BBM/BBK. Proses pencucian dan kalibrasi ketel dilakukan untuk memastikan sarana angkutan berada dalam kondisi sesuai standar operasional, sementara pemeliharaan dan perawatan dilakukan untuk menjaga kesiapan sarana dalam mendukung kegiatan distribusi.

        Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat BBM dan BBK yang didistribusikan melalui rantai pasok ini diperuntukkan bagi berbagai kebutuhan strategis. Dengan demikian, keandalan proses logistik menjadi salah satu faktor pendukung dalam memastikan ketersediaan energi dapat terdistribusi secara tepat dan berkesinambungan.

        “KAI Logistik akan terus berinovasi untuk memperkuat sistem distribusi energi yang berkelanjutan, efisien, dan terstandarisasi. Melalui layanan pra dan purna BBM/BBK, kami ingin memastikan bahwa setiap mata rantai penunjang distribusi dapat berjalan optimal, sehingga turut mendukung konektivitas antarwilayah dan agenda ketahanan energi nasional,” tutup Ferdian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Fajar Sulaiman
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: