Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        GE Aerospace Sokong Dukungan Avionik untuk Maskapai di Soetta dan Ngurah Rai

        GE Aerospace Sokong Dukungan Avionik untuk Maskapai di Soetta dan Ngurah Rai Kredit Foto: AirNav
        Warta Ekonomi, Singapura -

        FL Technics Indonesia selaku penyedia jasa perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) resmi menggandeng perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat (AS), GE Aerospace, lewat kerja sama perawatan sistem avionik untuk armada Boeing 737 dan Airbus A320.

        Melalui kerja sama ini, fasilitas FL Technics Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali kini didukung dengan pasokan komponen serta material resmi GE Aerospace. 

        Chairman FL Technics Indonesia Martynas Grigas menilai, maskapai serta operator dapat memperoleh akses yang jauh lebih cepat dan mudah terhadap suku cadang avionik original.

        "Avionik adalah tulang punggung sistem pesawat, bidang yang selalu kami jaga dengan standar tertinggi, juga dukungan sumber daya dan keahlian terbaik. Kemitraan dengan GE Aerospace ini memperkuat kapabilitas kami dalam menghadirkan solusi pemeliharaan yang semakin andal," ujar dia, Kamis (1/10/2026).

        Khusus untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, lapangan udara ini pun tengah membangun integrated building di antara Terminal 1 dan Terminal 2, dengan luas lahan 18.487 m² dan luas bangunan sekitar 60.000 m². Fasilitas ini dirancang sebagai titik pertemuan berbagai moda transportasi dalam satu kawasan.

        Adapun integrated building ini dirancang sebagai simpul perpindahan antarmoda (intermodal hub) yang menghubungkan Skytrain, Kereta Bandara, kendaraan pribadi, taksi, bus, shuttle bus, hingga angkutan antarkota (travel). 

        Konfigurasi bangunan dilengkapi area parkir, drop-off dan pick-up , ruang tunggu penumpang, serta area retail komersial yang menjadi bagian dari alur pergerakan pengguna. Penataan tersebut memungkinkan proses perpindahan dari satu titik layanan menuju moda transportasi berikutnya berlangsung dalam satu sistem bangunan yang saling terhubung.

        Baca Juga: Kemenhub Perketat Pengawasan Penerbangan, Tiga Lapis Jadi Benteng Keselamatan

        Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Kapal, Kemenhub Periksa 8 Pelabuhan

        Secara bangunan, integrated building terdiri atas Gedung Sayap Selatan dengan dua lantai serta Gedung Sayap Utara dengan tiga lantai, termasuk mezzanine. Pembagian ruang dan fungsi di dalamnya disusun untuk mendukung aktivitas penumpang sekaligus kebutuhan pergerakan kendaraan dan koneksi antarmoda di kawasan bandara.

        Dari sisi arsitektur (secara kontraktual), rancangan Integrated Building memadukan bahasa desain modern-kontemporer dengan identitas budaya lokal. Karakter tersebut terlihat pada fasad yang menggunakan panel Glass-Fiber Reinforced Concrete (GRC) berwarna oranye-terakota dengan motif Mega Mendung, salah satu motif khas batik Cirebon. Panel tersebut disusun secara modular dan perforated atau berlubang, kemudian dipadukan dengan void yang menghadirkan ruang hijau di dalam bangunan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: