Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wabah dari Laboratorium Rusia Picu Efek Berantai, Ratusan Orang Dikarantina hingga Industri Waspada

        Wabah dari Laboratorium Rusia Picu Efek Berantai, Ratusan Orang Dikarantina hingga Industri Waspada Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peneliti Laboratorium Anti-Wabah Rusia Meninggal, Dugaan Infeksi Berbahaya Diselidiki

        Seorang pekerja laboratorium di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal setelah didiagnosis menderita pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas Rusia kini menyelidiki dugaan infeksi berbahaya yang disebut terjadi setelah insiden di fasilitas penelitian tersebut.

        Mebgutip CNN, insiden dilaporkan terjadi di Institut Penelitian Anti-Wabah di Shelekhov, dekat Irkutsk. Namun, otoritas Rusia belum mengungkap jenis agen infeksi yang diduga terlepas dalam insiden tersebut.

        Badan yang menangani penyakit menular Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan situasi sanitasi dan epidemiologi di wilayah Irkutsk, termasuk Kota Irkutsk dan Shelekhov, masih stabil.

        Rospotrebnadzor menyebut seorang pekerja laboratorium meninggal setelah didiagnosis mengalami pneumonia of unknown etiology atau pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

        Kepala Republik Buryatia Alexei Tsydenov sebelumnya mengatakan pekerja tersebut merupakan perempuan berusia 28 tahun yang meninggal dan kemungkinan terinfeksi wabah (plague). Namun, ia menegaskan belum terdapat wabah penyakit tersebut di Buryatia.

        Gubernur Irkutsk Igor Kobzev juga meminta masyarakat tetap tenang. Ia mengatakan komisi antiepidemi regional telah menggelar rapat luar biasa bersama kepala dokter negara Rusia terkait dugaan kasus infeksi yang tergolong sangat berbahaya pada seorang warga di wilayah tersebut.

        Insiden tersebut turut memicu langkah pencegahan di sekitar lokasi. Sebuah pabrik aluminium di dekat laboratorium meminta karyawannya menggunakan masker sebagai tindakan antisipasi.

        Direktur Irkutsk Aluminum Plant Artem Fominikh mengatakan masyarakat perlu mewaspadai beredarnya informasi yang belum terkonfirmasi.

        “Semua kontak dekat yang telah diidentifikasi berada di bawah pengawasan medis. Saat ini, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit dan hasil tes laboratorium mereka negatif,” ujar Fominikh. 

        Laporan tidak resmi dari media regional independen Liudi Baikala menyebut hampir 200 orang ditempatkan dalam pengawasan di rumah sakit di Shelekhov tempat pekerja laboratorium tersebut sebelumnya dirawat. Media tersebut juga melaporkan adanya karantina di setidaknya satu rumah sakit bersalin di kota tersebut.

        Namun, informasi mengenai hampir 200 orang yang menjalani observasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Rusia dalam laporan yang menjadi sumber berita ini.

        Mantan kepala Rospotrebnadzor Gennady Onishchenko mengatakan infeksi di wilayah Irkutsk kemungkinan besar bukan wabah. Ia juga menyebut, sekalipun penyakit tersebut dikonfirmasi sebagai wabah, penyebarannya diperkirakan dapat dikendalikan.

        Risiko Jika Pneumonic Plague Terkonfirmasi

        Kekhawatiran meningkat karena dugaan penyakit tersebut dikaitkan dengan pneumonic plague, salah satu bentuk penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis.

        Berbeda dari jenis wabah lainnya yang umumnya berkaitan dengan kutu, hewan, atau jaringan yang terinfeksi, pneumonic plague menyerang paru-paru dan dapat menular antarmanusia melalui partikel pernapasan.

        Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pasien dapat mengalami demam, sakit kepala, lemah, sesak napas, nyeri dada, batuk, serta dalam beberapa kasus mengeluarkan lendir berdarah atau berair.

        Baca Juga: Kimia Farma Dapat Lisensi Roche, Siap Produksi Obat Antivirus Influenza

        Baca Juga: Klaim Influenza Naik Capai Rp13,8 Miliar, Rawat Inap Melonjak 47 Persen

        Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pihaknya mengetahui laporan mengenai kemungkinan kematian akibat pneumonic plague di Rusia dan terus memantau perkembangan bersama CDC serta lembaga terkait. Pemerintah AS juga mendorong otoritas Rusia segera membagikan informasi yang akurat dan terbuka.

        Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah memiliki tingkat kematian yang tinggi, tetapi penyakit tersebut dapat ditangani dengan antibiotik apabila diagnosis dan pengobatan dilakukan secara tepat, disertai langkah pencegahan penularan.

        Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti pneumonia yang menyebabkan kematian pekerja laboratorium tersebut serta jenis infeksi yang diduga terkait dengan insiden belum dikonfirmasi oleh otoritas Rusia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: