Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Klaim Influenza Naik Capai Rp13,8 Miliar, Rawat Inap Melonjak 47 Persen

Klaim Influenza Naik Capai Rp13,8 Miliar, Rawat Inap Melonjak 47 Persen Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut kenaikan klaim terkait perawatan influenza yang mulai meningkat di sejumlah perusahaan asuransi jiwa belum terjadi secara masif.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan beberapa perusahaan memang mengalami kenaikan klaim akibat influenza. Namun, menurutnya, perkembangan tersebut belum menunjukkan tekanan yang besar terhadap ekosistem asuransi kesehatan.

“Tapi ya mirip-mirip juga, karena ini kan baru ya, memang ada beberapa perusahaan mengalami kenaikan dari klaim, karena Influenza tersebut, tapi tidak masif,” ujar Albertus kepada wartawan usai acara Pembukaan Future by Design AAJI di Grha AAJI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Ke depannya, AAJI menilai industri masih perlu melihat perkembangan kasus tersebut. Ia berharap kenaikan klaim tidak berkembang menjadi kondisi yang memberikan dampak besar terhadap industri asuransi kesehatan.

“Semoga tentunya ini tidak akan menjadi masif, karena harusnya Influenza ini kan ada pencegahannya, ada vaksinnya juga,” katanya.

Dari sisi perusahaan, data PT Asuransi Allianz Life Indonesia yang mencatat klaim perawatan akibat influenza sebesar Rp13,8 miliar hingga September 2026 dari 1.857 kasus.

Adapun kebutuhan perawatan influenza tidak hanya berasal dari layanan rawat jalan yakni juga rawat inap di rumah sakit yang meningkat 47% pada Januari–Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Premi Asuransi Bakal Naik Gara-Gara Influenza A? Ini Jawaban OJK

Baca Juga: Wamenkes Tegaskan Influenza A Bisa Sembuh Sendiri, Kasus Naik Masih Ikuti Pola Musiman

Baca Juga: Minta Influenza A Tak Dibesar-besarkan, Kemenkes: Sama Seperti Flu Biasa

Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia dr. Tubagus Argie F. S. Sunartadirdja mengatakan peningkatan kebutuhan perawatan tersebut juga berkaitan dengan biaya medis yang perlu disiapkan ketika nasabah membutuhkan layanan kesehatan.

“Menjaga kesehatan juga perlu diikuti dengan kesiapan menghadapi risiko finansial yang dapat muncul ketika seseorang membutuhkan pemeriksaan, pengobatan, maupun perawatan medis. Data klaim yang kami lihat menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan influenza tidak bisa dianggap enteng. Karena itu, kesiapan menghadapi biaya kesehatan menjadi bagian yang penting dalam perencanaan perlindungan diri dan keluarga,” kata Argie.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri